Trubus — Peneliti dari Universitas Sriwijaya, Sherly Ridhowati dan periset asal Universitas Haluoleo, Asnani, menyatakan bulatan-bulatan pada ramuli yang tumbuh dari stolon Caulerpa menyerupai buah anggur. Oleh karena itulah, sebutan anggur laut melekat pada makro alga bergenus Caulerpa. Peneliti anggur laut di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar, Sulawesi Selatan, Dr. Dasep Hasbullah, S.Pi, M.Si, mengatakan Caulerpa tersebar luas di pantai tropis dan subtropis dengan keanekaragaan terbesar di daerah tropis.
Ada tiga jenis anggur laut yang dibudidayakan di Indonesia yaitu Caulerpa lentillifera, C. racemosa, dan C. sertularioides (baca Tiga Menguak Pasar halaman 22-23). Dasep menuturkan keunggulan lawi-lawi—sebutan anggur laut di Sulawesi Selatan—daripada jenis rumput laut lainnya yakni teknik budidaya yang relatif mudah. Pembudidaya hanya menancapkan atau menebar anggur laut di tambak. Tidak perlu membuat bentangan serta tidak terpengaruh gelombang.
“Kelebihan lain anggur laut ketimbang jenis rumput laut lainnya yaitu bisa dijual segar tanpa harus dikeringkan dahulu,” kata doktor alumnus Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, itu. Ada juga yang menyebut anggur laut sebagai kaviar hijau (green caviar) lantaran sekilas mirip kaviar tapi berwarna hijau. Kaviar hijau bisa jadi strategi pemasaran juga terutama untuk menyasar konsumen vegetarian. (Riefza Vebriansyah)