"Tripod seberapa ini ya? Niat banget, lari pagi bawa tripod"
"Gak, Mas. Saya cuma pakai tripod batang singkong"
"Berapa kali take?"
"Kalau lihat di galeri cuma 2 kali take, mas bro"
Sebuah pertanyaan yang bernada tidak percaya di atas ditujukan kepada foto yang saya upload di sebuah group fotografi di facebook (atau hanya perasaan saya saja yang kepedean?) Penyebabnya karena saya mengupload foto seperti di bawah ini. Yaitu sebuah foto kegiatan berlari menyusuri jalan berliku di pagi hari yang berkabut:
| Monopod Batang Singkong |
Caranya gimana? Untuk cara pengambilannya nanti saya jelaskan.
Baca Juga : Lari atau Narsis? hah..
Ketika lari-lari saya memang membawa hanphone. Selain untuk komunikasi, kadang juga digunakan mengukur jarak, waktu, pace dengan aplikasi endomondo atau nike+. Fungsi tambahan lain adalah untuk mengambil foto selama lelarian, karena kadang nemu moment yang sayang kalau dilewatkan. Nah, anggap saja hasil foto lari sebagai oleh-oleh piknik selama menggerus aspal dan tak jarang juga ceblok lumpur. Fungsi foto juga saya maksudkan sebagai alibi, supaya tidak dicurigai macam-macam oleh istri.
| Monopod Bambu Kacang |
Percaya gak, kalau yang motretin itu sebuah bambu tanaman kacang? percaya saja lah, kebetulan saya nemu bambu yang digunakan untuk meramat tanaman kacang di seberang jalan. Minjem sebentar, permisi sama pak tani.
Pertanyaan pun muncul. "kok bisa batang bambu dijadikan tripod? coba terangin gimana makainya!". Oke, saya bagi tips remeh temeh berikut.
GECKO POD / TRIPOD CICAK / TRIPOD FLEXIBLE TOKEK
Jadi begini, untuk tripod yang saya maksud tadi adalah tripod flexibel model kaki cicak atau Geckopod seperti di di bawah ini. Jadi tidak perlu bawa tripod kaki tiga yang dari besi atau almunium yang kaku ngecenceng itu. Cukup cari batang pohon, tongkat atau apapun yang ditemukan di jalan sebagai penyangga, lalu dikaitkan. Mau dikaitkan ke batang pohon singkong kek, pohon cabe kek, pagar tetangga kek, dikerek di tiang bendera juga bisa. Terserah.Flexibel tripod ini memiliki 5 kaki yang bisa dibentuk. Kalau kaki lima harunya disebut "pentapod" yak?. Kaki-kakinya bisa dibengkokkan dan diputar seenak udelnya. Geckopod saya, memiliki panjang kaki 8.5cm di setiap kakinya, sudah cukup untuk mencengkeram batang pohon dengan ukuran 2 jari atau stang di sepeda.
Bentukya tipis dan ringan namun kuat untuk menopang kamera DSLR. Terdapat universal screw ukuran standard 1/4" untuk semua kamera, termasuk GoPro dan DSLR. Jika untuk hape harus ada tambahan clamp untuk menjepit handphone. Hati hati, pastikan clamp smartphone kecang jepitannya jika tidak mau lepas dan jatuh.
Untuk memilih gekkopod yang bagus, saya sarankan cari yang lebih besar, bahannya fleksibel tapi kokoh, jadi lebih tahan terhadap goncangan dan tidak goyang atau bergetar ketika diterpa angin.
KAMERANYA PAKAI HANDPHONE APA?
"Wah hapenya apa, mas?" Kalau soal kamera hape yang dipakai tidak ada batasan, mau hape merk samsung, xiaomi, sony, action cam, atau apapun yang kamu punya, asalakan ukurannya tidak lebih dari 5inchi, karena selain tidak nyaman (godal gandul) ketika dibawa lari, juga tidak muat di clamp smartphone. Yang tidak kalah penting di kamera smartphone harus ada mode timer atau audio timer, lebih bagus lagi jika ada remote shutter jarak jauh. Bakal lebih enak lagi kalau ada partner lari yang bisa diminta motoin sih. NTAP!"Was was"
Bagaimanapun, foto lelarian akan lebih bagus jika ada yang motretin, karena jika lari bersolo karir dan ingin motret model beginian ada rasa was was (khawatir). Was was jika ketika pose lari tap...tap..tap.... tiba tiba ada kendaraan yang nyamber, dan handphone pun raib. Kan KZL.
Baca Juga : Tips Mode Timer dan Audio timer smartphone