Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Kasek Pastikan Ijazah Alex Asli


Pihak SMA Methodist I Palembang memastikan ijazah kandidat calon gubernur (cagub) Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin asli dan tak bermasalah.

Perbedaan huruf dalam penulisan nama sekolah, sebagaimana tertulis pada ijazah Alex Noerdin, seperti diungkapkan anggota KPUD Helmi Ibrahim beberapa waktu lalu,sudah benar. Menurut Kepala SMA MethodistI Palembang Osbanus Silaban,ijazah Alex Noerdin yang dikeluarkan sekolahnya pada 1969 lalu seluruhnya asli.Dia menjelaskan, pihaknya sudah melegalisasi salinan ijazah Alex Noerdin, karena sesuai dengan data yang dimilikinya.

”Di bawah ijazah itu, kami lihat nomor serinya ada,tidak ada coretan dantambahandisanasehinggakami legalisasi sesuai dengan yang asli,” ujarnya di Kantor KPUD Sumsel Selasa (1/7) kemarin. Silaban menambahkan, berdasarkan daftar nilai dan nomor induk siswa yang dimilikinya,pihaknya mengeluarkan surat keterangan bahwa ijazah Alex Noerdin tersebut asli adanya.



Keaslian tersebut sudah diakui Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Palembang dan tim verifikasi KPUD. ”Dari pihak Diknas, yang datang Kasi Sekolah Swasta Imran dan Lukman Hakim, sedangkan dari KPUD, saya lupa ada dalam buku tamu kami. Dari hasil verifikasi tersebut, mereka menyatakan apa yang kami keluarkan sudah benar setelah melihat datadata yang ada dalam sekolah kami,”ucapnya.

Mengenai perbedaan penulisan nama sekolah dari SMA Metodist I yang tertulis pada ijazah kandidat cagub Alex Noerdin pada 1969 menjadi SMA Methodist I,seperti saat ini,menurut Silaban,memang demikian adanya. Hal ini didasarkannya pada berkas surat menyurat pada tahun yang sama, serupa cara penulisannya. ”Dulu tahun ‘69, ada surat-surat yang keluar memangtertulis” Metodist”,tidak ada ”H” tidak ada ”T”.

Jadi kami tidak membuat surat keterangan palsu,”tuturnya. Pernyataan ini dibenarkan Ketua Yayasan Methodist, Pdt L Silaban.Menurut dia, perubahan cara penulisan tersebut tirade setelah 1969 untuk mengikuti cara penulisan secara internasional. ”Perubahan dalam penulisan nama sekolah ini terjadi setelah 1969,tapi saya tidak tahu persis kapan berubahannya.

Perubahan ini sendiri terjadi untuk menyatakan perguruan methodist yang ada di dunia merupakan satu kesatuan. Jadi mengikuti cara penulisan internasional,” paparnya. Di tempat yang sama, Kasmantri, Ketua Panitia pelaksana ujian SMA pada tahun tersebut menyatakan bahwa ijazah Alex Noerdin Asli.Menurut dia,yang saat itu menjabat Kepala SMA Negeri 1 menandatangani ijazah Alex Noerdin,hal itu dipastikannya dari kesamaan tanda tangannya pada ijazah tersebut.

”Setelah saya lihat ijazah aslinya, itu benar tanda tangan saya, dan tintanya juga tidak bisa diubah. Selain itu, selama ini tanda tangan saya tidak pernah dipalsukan, karena termasuk sukar dipalsukan,” kata Kasmantri yang menggunakan tongkat untuk membantu berjalannya. Berdasarkan keterangan tersebut, Ketua Advokasi Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY) Chairilsyah kembali menegaskan ijazah Alex Noerdin tersebut sah.Menurut Chairil, pihaknya sengaja mengungkapkan keaslian ijazah Alex agar tidak membingungkan masyarakat.

”Belakangan ini berkembang rumor bahwa ijazah Pak Alex diduga palsu. Makanya ini (klarifikasi keabsahan ijazah Alex) menjadi penting agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat.Sebab, masyarakat adalah calon pemilih dan mereka yang akan menentukan pilihannya,” ujarnya. Selain itu, hal ini juga dilakukan menanggapi banyaknya baliho dan spanduk yang seakan menuding ijazah Alex Noerdin palsu.

Chairil juga meminta kepada anggota KPUD untuk tidak memublikasikan hal-hal yang belum final. ”Kami minta kepada Pak Helmi Ibrahim agar tidak memublikasikan sesuatu yang belum final,”tuturnya. Sementara itu, mengenai cara penulisan nama orangtua Alex Noerdin yang ditulis ”Nurdin” pada ijazah SD hingga SMA, Chairil mengatakan, berdasarkan keterangan Alex Noerdin, hal itu dilakukan untuk mengikuti pola penulisan orangtuanya.

Dia menyebut,kedua cara penulisan tersebut dibenarkan oleh Alex Noerdin. Chairil menambahkan, pihaknya juga akan meminta klarifikasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terkait pembentukan tim verifikasi ijazah pasangan calon yang dibentuk pemprov dan ditandatangani sekretaris daerah provinsi (sekdaprov) tertanggal 17 Juni lalu,karena menurut dia, pembentukan tim tersebut di luar kewenangan pemprov.

”Yang memverifikasi berkas pencalonan adalah tugas KPUD, bukan pemprov. Jadi kami akan mempertanyakannya ke sekda maksud pembentukan tim tersebut,” tandasnya. Sementara itu, Ketua KPUD Sumsel Syafitri Irwan mengatakan, pengumuman hasil verifikasi berkas pencalonan baru dilakukan Kamis (3/7) besok. Mengenai tindakan salah seorang anggotanya yang memublikasikan hasil verifikasi sebelum waktunya, menurut dia, hal itu dibenarkan.

”Apa yang dilakukan Pak Helmi itu sifatnya informasi, sesuai tugasnya sebagai ketua pokja verifikasi berkas calon,”kata dia. Syafitri menjelaskan, khusus untuk memverifikasi ijazah pasangan calon,pihaknya sudah membentuk tim verifikasi beranggotakan 20 orang termasuk dari pihak Diknas. Sementara pembentukan tim oleh pemprov,menurut dia,di luar kewenangan KPUD.

”Saya tidak tahu dengan tim tersebut.Yang jelas dalam proses verifikasi, pihak Diknas sudah mengirimkan tiga orangnya menjadi anggota tim verifikasi dan me-reka sudah dilibatkan ke lapangan, termasuk ke SMA Methodist. Di luar itu, saya tidak tahu,”ucapnya. (a fajrihidayat/ dedy sagita)

SOHE Kembalikan Formulir


Mesuji Pematang Panggang – Sebanyak 15 partai politik mendaftarkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel,Syahrial Oesman dan Helmi Yahya (SOHE) di KPUD Sumsel kemarin.Pasangan Syahrial-Helmi tiba di KPUD Sumsel, Kamis (19/6) sekitar pukul 13.30 WIB.Setibanya di KPUD, mereka langsung disambut ribuan pendukung,termasuk ratusan anggota Sriwijaya Mania (pendukung Sriwijaya FC) dan berbagai kesenian tradisional,seperti marawis, barongsai, kuda lumping,dan reog.

Syahrial-Helmi cukup kesulitan memasuki KPUD Sumsel. Pasalnya, ruangan di KPUD Sumsel dipadati seluruh massa parpol yang menimbulkan suasana gaduh. Dengan pengawalan yang cukup ketat, Syahrial yang mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam lengkap dengan peci hitam, masuk terlebih dahulu bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Eddy Santana Putra dan beberapa pimpinan parpol pendukung lainnya

Syahrial-Helmi cukup kesulitan memasuki KPUD Sumsel. Pasalnya, ruangan di KPUD Sumsel dipadati seluruh massa parpol yang menimbulkan suasana gaduh. Dengan pengawalan yang cukup ketat, Syahrial yang mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam lengkap dengan peci hitam, masuk terlebih dahulu bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Eddy Santana Putra dan beberapa pimpinan parpol pendukung lainnya.

Sementara, Helmi Yahya yang juga mengenakanpakaianberwarnasenada dengan balutan jas hitam bermotif garis-garis, baru dapat masuk beberapa saat kemudian, lantaran langkahnya terhalang para pendukung yang ingin bersalaman dengannya. Suasana gaduh masih berlangsung saat pimpinan partai politik (parpol) mendaftarkan pasangan ini.

Para pendukung terus menggedor pintu kaca ruang rapat KPUD Sumsel yang dijadikan tempat pendaftaran. Para pimpinan parpol dan organisasi masyarakat (ormas) beberapa kali mencoba menenangkan pendukungnya tetapi tidak terlalu berhasil. Selain pimpinan parpol dan ormas, tampak ikut mengantarkan Syahrial-Helmi, Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan Budi Rahardjo,tokoh pejuang H Yahya Bahar, dan beberapa tokoh lainnya termasuk salah satunya, Sultan Palembang yakni Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Penyerahan berkas dilakukan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Eddy Santana Putra sekitar pukul 13.48 WIB.KepadakelimaanggotaKPUDSumsel, Eddy menyatakan niatnya bersama 14 parpol pendukung lain mendaftarkan Syahrial- Helmi.Wali Kota Palembang yang terpilih kembali pada pilkada 7 Juni lalu ini mengatakan sudah melengkapi semua persyaratan seperti tertuang pada undang-undang.

”Namun jika ada persyaratan yang belum lengkap,kami meminta waktuuntukmelengkapinya,” ujar Eddy. Setelah memeriksa berkas pencalonan tersebut, KPUD menyatakan semua berkas persyaratan berdasarkan undang-undang yang diserahkan sudah lengkap.Hanya surat keterangan kesehatan yang belum dilampirkan dan akan menyusul setelah pemeriksaan kesehatan yang telah dijadwalkan KPUD hari ini.

Seusai menyerahkan berkas, Syahrial mengatakan, dirinya bersyukur telah menyelesaikan pendaftaran tersebut, dan dinyatakan sudah lengkapberkas-berkasnya.Selanjutnya, mereka akan menyosialisasikan pencalonannya ke daerah-daerah. ”Alhamdulillah proses mendaftar sudah selesai,insya Allah semua persyaratan sudah lengkap. Setelah ini, kita akanke daerah-daerahmenyosialisasikan diri dan menjelaskan program-program ke masyarakat,” ucap Syahrial di tengah hiruk-pikuk pendukungnya.

Syahrial menegaskan bahwa dirinya siap kalah. Begitu pula dia meminta kepada pasangan lain untuk melakukan hal yang serupa. sebab, pemilihan gubernur merupakan sarana untuk mewujudkan kepentingan masyarakat Sumsel seluruhnya. Menurut Syahrial, jika dirinya dan Helmi terpilih,lima kebutuhan dasar menjadi program pertama yang akan dilakukannya.

Syahrial yakin, kolaborasinya dengan Helmi Yahya mampu melaksanakan amanah tersebut dengan baik. ”Jangan hanya melihat Helmi sebagai seorang artis.Dia juga seorang ekonom dan pemikir yang ulung,”ujarnya. Sebelum mendaftar di KPUD Sumsel, Syahrial dan Helmi melakukan salat zuhur berjamaah di Masjid Agung Palembang. Dalam kesempatan tersebut, dia berpamitan dan sekaligus meminta doa untuk keberhasilan mereka.

Sebelumnya, Syahrial diundang untuk meresmikan sosialisasi di PLN Palembang. dia mengatakan,setelah mendaftar, dirinya sudah melepaskan posisinya sebagai Gubernur Sumatera Selatan. ”Setelah ini, aktivitas saya sebagai calon gubernur akan berhenti,” ucapnya tegasnya. Sementaraitu,Helmi Yahya menyatakan dirinya bersedia mendampingi Syahrial karena dia merupakan pendukung utama Syahrial Oesman.

Helmi menganggap Syahrial sebagai sosok birokrat berpengalaman yang menjadi panutannya.” Kalau ditanya siapa birokrat paling berpengalaman di Sumsel, dia adalah Syahrial Oesman.Sebab, beliau sudah memimpin Sumsel selama lima tahun, dan orang tahu Sumsel sangat maju saat dipimpin beliau,”paparnya. Dengan latar belakangnya sebagai entrepreneur, Helmi menyatakan akan membawa pengalamannya untuk kemajuan Sumsel.

Dia mengatakan, dirinya akan lebih fokus dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dengan sumber daya alam yang ada.”Kita akan mengundang investor untuk kerja sama membuka lapangan kerja bagi masyarakat,”ucapnya. Helmi juga mengaku akan segera melepas dunia selebritinya setelah pendaftaran tersebut. Latar belakangnya sebagai selebriti,menurut dia, sebagai kelebihannya dalam membangun Sumsel.

Hari Ini Pemeriksaan Kesehatan

Ketua KPUD Sumsel Syafitri Irwan mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal, semua berkas yang dilampirkan pasangan ini sudah lengkap. Namun,kelengkapan berkas secara resmi baru akan dilakukan hari ini hingga 26 Juni mendatang. ”Saat penelitian berkas akan diketahui apakah sudah lengkap atau belum.

Setelah itu,kita akan sampaikan hasil penelitian tersebut ke pasangan calon,dan jika ada yang kurang, diberi kesempatan untuk melengkapinya,”tuturnya. Dia menambahkan,hari ini hingga 23 Juni mendatang, sesuai jadwal,pasangan calon akan memeriksa kesehatannya di Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang. Pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan pada hari yang berbeda.

”Kedua pasangan calon ini memiliki dukungan yang kuat di masyarakat, dikhawatirkan, jika para pendukung datang bersamaan akan mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat lain,”ujarnya. Pemeriksaan ini sendiri akan dilakukan secara menyeluruhbaiksecarafisikmaupun psikis.

Syafitri mengatakan, hari ini rencananya pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf akan melakukan pemeriksaan kesehatannya, kemudian disusul pasangan Syahrial- Helmi pada hari beikutnya. ”Sekarang baru kita susun jadwalnya, dan akan kita kirimkan ke pasangan masingmasing, hari ini siapa, besok siapa,”ujarnya menjelaskan.

Lantai KPUD Sumsel Ambrol

Seusai pasangan calon Syahrial-Helmi mendaftar, lantai teras dan bagian dalam KPUD Sumsel dikabarkan ambrol. Di lantai teras KPUD Sumsel misalnya, terdapat lubang berkedalaman sekitar 30 cm.Selain itu,ada retakan memanjang sekitar 2,5–3 meter. Hal itu diduga akibat lantai tersebut tidak kuat menahan ratusan massa yang datang ke Kantor KPUD Sumsel saat mengantar pasangan Syahrial Oesman dan Helmi Yahya.

Sebab sebelum kedatangan mereka,lantai tersebut mulus dan tidak mengalami retak sama sekali. Menjelang kedatangan pasangan tersebut,suasana Kantor KPUD Sumsel juga terkesan angker. Kantor yang biasanya lengang, kemarin dipenuhi polisi, baik yang berseragam maupun berpakaian preman yang menjaga di setiap sudut KPUD.

Sangat kontras dengan kondisi saat pasangan AlexNoerdindanEddy Yusuf mendaftarkan diri pada Senin (16/6) lalu, yang suasananya cukup lengang. Polisi berseragam yang dibantu polisi berpakaian sipil berjaga di pintu masuk KPUD. Bahkan,polisi lalu lintas juga berjaga-jaga di gerbang menuju Kantor KPU Provinsi Sumsel.

Saat wartawan hendak masuk, polisi (yang sebelumnya tidak pernah ada) berjaga di depan pintu dan meminta wartawan mengisi buku tamu. Kondisi yang sangat tidak biasa dengan hari sebelumnya. Sementara, saat beberapa pendukung Syahrial- Helmi datang, dibiarkan berlalu lalang begitu saja.

Aksi Sejuta Tanda Tangan

Pemandangan menarik tampak saat pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid Agung Palembang kemarin. Di halaman masjid, ratusan massa Garda Muda Sriwijaya Sumatera Selatan, pendukung berat Syahrial-Helmi, menggelar aksi sejuta tanda tangan.Sontak, masyarakat yang melintasi kawasan itu berhenti sejenak dan membubuhkan tanda tangan dukungannya.

Tidak ketinggalan para abang becak, pelajar, mahasiswa, LSM, ormas dan OKP, serta masyarakat yang melintas secara beramai-ramai,ikut membubuhkan tanda tangannya. Spanduk warna putih yang panjangnya sekitar 100 meter dengan lebar 1,5 meter itu pun dipenuhi tanda tangan dalam waktu sekejap.

Herman,34, salah seorang warga yang ikut membubuhkan tanda tangan mengaku sangat mendukung pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) untuk maju menjadi gubernur-wakil gubernur Sumsel. Herman bahkan sangat yakin, pasangan ini bakal menang dalam Pilgub Sumsel 4 September mendatang, karena kedua dinilai dekat dan akrab dengan masyarakat.

Ketua Umum Garda Muda Sriwijaya Farlindungan Tengkubulan mengungkapkan,kegiatan tersebut bertujuan menampung aspirasi masyarakat yang ingin mendukung pasangan SOHE. ”Masyarakat yang ingin menyatakan dukungan terhadap SOHE silakan tanda tangan. Aksi ini tidak ada kaitannya dengan program kerja tim pemenangan SOHE,”kata dia di sela-sela kegiatan silaturahmi Syahrial Oesaman dengan jamaah Masjid Agung Palembang,sekaligus berpamitan,kemarin. (a fajrihidayat/ ashariansyah)



Hari Ini, Adipura Diarak Keliling Kota


MesujiPematang Panggang – Untuk ke sekian kalinya,Kota Palembang berhasil meraih penghargaan Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Berbeda dengan penghargaan Adipura sebelumnya,Kota Palembang kali ini dinobatkan sebagai Kota Metropolitan terbersih se-Indonesia. Selain Kota Palembang, sebanyak 93 kota/kabupaten lain di seluruh Indonesia juga mendapat penghargaan serupa.
Dua di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Banyuasin. Pada kesempatan yang sama,Presiden juga memberi penghargaan Kalpataru kepada 12 orang yang telah berjuang melestarikan lingkungan. Penghargaan Kalpataru dan Adipura yang diserahkan Presiden SBY di Istana Negara Jakarta, sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup.


Tema yang diambil dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup saat ini adalah ”Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan”. Pada kesempatan tersebut,Ibu Negara Ani Yudhoyono juga mendapat penghargaan Certificate of Global Leadership dari United Nation Environment Programme (UNEP), atas program penanaman 10 juta pohon di Indonesia yang kemudian menjadi 14 juta pohon. UNEP juga memberi penghargaan kepada Menteri Kehutanan MS Kaban.

Penghargaan diberikan atas jasanya memajukan gerakan menanam pohon, dengan keberhasilannya mendorong masyarakat desa melakukan penanaman serentak 86 juta pohon. Kepada peraih piala Adipura, Presiden berjanji,suatu saat akan datang langsung ke kota tersebut untuk mengecek keberadaannya.

Dia menegaskan, apabila kota penerima Adipura tidak sesuai yang diharapkan, tidak tertutup kemungkinan piala itu akan dicabut. ”Mari kita buat saluran dan lingkungan bersih, jangan sampai sedikit-sedikit banjir. Jangan sampai pialanya dicabut karena kotanya mampet,”ujarnya.

Di tempat yang sama,Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan, dalam upaya mengubah perilaku ramah lingkungan,diperlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak,baik masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah,dalam menjalankan pola perilaku dan konsumsi berkelanjutan.

Sementara itu,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan,pihaknya sangat berterimakasihkepadaseluruh warga Kota Palembang yang telah mendukung kota Palembang sehingga dapat kembali menerima piala Adipura. Untuk kategori Metropolitan, Palembang menjadi kota Metropolitan nomor satu peraih penghargaan Adipura dan mendapat nilai tertinggi.

”Kalau dulu terkenal perilakunya yang kurang bersih, sekarang Alhamdulillah, berubah menjadi bersih.Di manamana sekarang orang mengerti lingkungan bersih,” ujar Eddy kepada SINDO kemarin. Untuk ke depan,menurutnya, setiap empat bulan sekali Palembang akan mengadakan pameran lingkungan.Saat ini, programyangsedangdibangun adalah program mengembangkan ramah lingkungan (RT).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin yang juga menerima penghargaan Adipura mengatakan, paling sulit dari Adipura ini adalah bukan membersihkan kotanya,tapi mengubah perilakumasyarakatnya. Lima tahun lalu,kata Alex, Sekayu merupakan kota terjorok di Indonesia, tapi sekarang justru menjadi kota terbersih.

”Yangpalingberatpada tahun-tahun pertama itu adalah mengubah perilaku masyarakat, yang tadinya acuh terhadapkebersihan,sekarang berpartisipasi aktif menjaga kebersihan,” ujarnya. Sementara,BupatiOganKomering Ilir Ishak Mekki yang kotanya juga mendapat penghargaan Adipura mengatakan, setelah dua kali mendapat penghargaan,diharapkan masyarakat dapat lebih meningkatkan kebersihan lingkungan menjadi budaya sehari-hari.

”Jadi tidak hanya untuk mendapatkan Adipura, tetapi juga menjadi budaya.Budaya hidup bersih yang menjadi kebutuhan. Jadi tanpa dikomandoi, nantidiabisaberjalansendiri,” ucapnya.

Diarak Keliling Kota

Sementara itu menurut rencana,hari ini piala Adipura akan diarak keliling Kota Palembang. Arak-arakan akan dibagi dua tahap,pagi dan siang. Piala Adipura akan diarak hingga 87 km dengan waktu tempuh sekitar empat jam yang dimulai dari kediaman Wali Kota Palembang Eddy SantanaPutradiJalan TasikNo 1 Palembang,pukul 08.00 WIB.

Kepala Subdinas (Kasubdin) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota PalembangEddy Nursalammenjelaskan, arak-arakan piala Adipura berakhir pukul 16.00 WIB di Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya, Jalan POM IX, Palembang.

Menurut Eddy, kemeriahan itu diramaikan dengan konvoi puluhan kendaraan dan dimeriahkan dengan hiburan bujang gadis Palembang,saropalanamdantanjidor. Jugaada parade dari motor besar,vespa atau mobil antik,dengan berbagai hiasan. (rarasati s/darfian mj s/ m marzuki/siera s)


PDIP Pastikan Syahrial-Helmi


Mesuji Pematang Panggang – DPD PDIP Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan mengusung nama Syahrial Oesman sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada Gubernur (Pilgub) Sumsel mendatang.

Kepastian pencalonan incumbent gubernur Sumsel tersebut diputuskan secara aklamasi dalam rapat kerja daerah khusus (Rakerdasus) DPD PDIP di Hotel Novotel, Palembang, kemarin. Sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Syahrial, DPD PDIP menetapkan nama presenter kondang Helmi Yahya.

”Keputusansecara defactotelahfinal di DPD,tetapi untuk pengesahan secara dejure masih menunggu surat keputusan (SK) dari DPP.Diperkirakan akan keluar dalam waktu dua hingga tiga hari ini,”kata Ketua DPD PDIP Sumsel Eddy Santana Putra, dalam konferensi pers di DPD PDIP Sumsel di Jalan Basuki Rahmat,Palembang,kemarin.

Menurut Eddy, pasangan tersebut dipilih setelah dilakukan verifikasi faktual Rakerdasus. Bakal calon gubernur diputuskan hanya satu karena Syahrial Oesman secara aklamasi dipilih forum yang dihadiri pengurus DPC hingga PAC PDIP se-Sumatera Selatan tersebut.

Sementara, untuk bakal calon wakil gubernur, DPD mengirim delapan nama, yaitu Ridwan Mukti, Ratnawati Ibnu Amin, Harunata, Sudirman Effendy,Helmi Yahya, Tabrani,Mahyuddin NS, serta Abbas Tomi ke DPP. ”Walaupun masih menunggu penetapan DPP nantinya, saya kira keputusan menggandengkan Syahrial Oesman-Helmi Yahya ini tidak akan berubah lagi. Insya Allah DPD sudah menetapkan sesuatu yang benar bagi partai,”ujar Eddy.

Rakerdasus DPD PDIP Sumsel kemarin dibuka langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Pramono Anungsertadihadirisejumlah pengurus DPP PDIP. Di antaranya, Manggara Siahaan, Firman Jaya Deli, dan Korwil PDIP untuk Sumsel Dudi Makmun Murod,serta sejumlah organisasi sayap PDIP, seperti Baitul Muslimin Indonesia, Repdem, dan Banteng Muda Indonesia. Bakal calon wakil gubernur yang sempat disebut-sebut paling berpeluang mendampingi Syahrial, Ridwan Mukti dan Mahyuddin NS,tampak tidak hadir dalam Rakerdasus tersebut.

Seusai membuka Rakerdasus, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan, nama-nama bakal calon wagub yang ada akan tetap dimunculkan dan diusulkan ke DPP. DPP sendiri, ungkapnya, telah dua kali melakukan survei internal terkait pelaksanaan Pilgub Sumsel ini. Dia berharap, Pilgub Sumsel dapat dimenangkan calon yang diusung PDIP.

”Kriteria bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung PDIP,pertama, tentunya yang dapat memenangkan dan melanjutkan pembangunan di Sumsel. Kedua, dalam pilkada, faktor popularitas menjadi penting sehingga kita juga akan mempertimbangkan hal ini,”ucap Pramono.

Dia menambahkan, peluang Helmi Yahya sebagai bakal calon wakil gubernur memang paling besar di antara calon lain.Alasannya,karena Helmi telah cukup dikenal masyarakat. Keputusan Rakerdasus sendiri, lanjut Pramono, adalah mencalonkan Syahrial Oesman sebagai bakal calon gubernur Sumsel yang didukung PDIP.

Sementara, untuk bakal calon wakil gubernur diserahkan kepada DPP PDIP dengan berbagai pertimbangan, antara lain yang bersangkutan harus dapat bekerja sama dengan Syahrial Oesman sebagai calon gubernur dari PDIP.

”Selain itu,juga harus memiliki ideologi dan pandangan politik yang tidak berbeda dengan PDIP,”katanya. Incumbent Syahrial Oesman kemarin masih belum mau berkomentar banyak soal keputusan PDIP itu. Dia mengaku belum mengetahui hasil Rakerdasus tersebut,termasuk siapa bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya.

”Nantilah kita lihat keputusan Rakerdasus.Siapa pun wakil yang ditetapkan Rakerdasus nanti,saya ikut saja,” kata dia. Begitu pula ketika disinggung mengenai posisi wakil gubernur saat ini,Mahyuddin NS, yang hampir pasti terdepak dari bursa bakal calon wakil gubernur dari PDIP, Syahrial mengaku belum mengetahui.

Menanggapi keputusan DPD PDIP Sumsel itu, Helmi Yahya mengaku siap bila memang berjodoh dengan Syahrial Oesman pada Pilgub Sumsel nanti.Sebab secara pribadi, dirinya siap berpasangan dengan siapa saja yang ditunjuk sebagaicalonterbaikdariPDIP untuk didampinginya.

Disinggung soal sikap kakaknya, Tantowi Yahya, yang mendukung bakal calon gubernur Alex Noerdin yang tak lain adalah saingan kuat Syarial, Helmi mengaku tidak masalah.Menurut dia,seluruh keluarga mendukungnya, termasuk Tantowi.

”Saya dan Tantowi tentu saling dukung. Biasa bila ada perbedaan arah dalam berpolitik dalam satu keluarga. Namun perbedaan ini bukanlah sesuatu hal yang sifatnya mendasar,”tutur Helmi. (dedy sagita)



Semburan Gas Bikin Heboh


Mesuji Pematang panggang – Setelah sempat dibuat panik oleh semburan gas dan lumpur di Muaraenim,warga Sumsel kembali dibuat takut.Sebuah semburan gas disertai lumpur kemarin menyembur di Kota Palembang. Semburan gas muncul di kawasan RT08/05,Kelurahan Bukti Baru,Bukit Besar, Palembang.

Pusat semburan gas tepat berada di dekat tiang kabel listrik yang memiliki jarak sekitar empat meter dari rumah warga. Gas yang mengeluarkan bau menyengat tersebut mulai ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB kemarin. Seorang warga bernama Sugianto, 32, yang juga pemilik rumah tidak jauh dari sumber semburan itu,mulai mencium bau menyengat ketika dia dan keluarganya bangun pagi.Penasaran dan mengira bau tersebut berasal dari bangkai binatang,Sugiyanto mencari sumber bau tersebut.



”Setelah dicaricari di samping dan depan rumah, ternyata ada asap disertai lumpur. Khawatir kayaklumpur Lapindo,saya akhirnya melapor kepada warga lain,” ujar Sugianto sambil menunjuk sumber semburan tersebut. Atas inisiatif warga, kejadian tersebut dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Barat I,Palembang, yang langsung turun ke lokasi.

Namun, karena aparat kepolisian tidak mengambil tindakan apapun terhadap lokasi semburan, akhirnya warga mengamankan semburan gas dengan memasang tali plastik. ”Kami takut, kagek (nanti) ada yang merokok dan sumber api lain, laju kebakaran,”ujar warga yang lain. Semburan gas tersebut menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran. Menurut pengakuan sesepuh warga setempat,Waluyo, 59, sebelumnya belum pernah ada pemasangan pipa gas atau kegiatan lain yang dilakukan PT Pertamina ataupun PT PGN.

Gas tersebut merupakan gas liar atau gas alam yang memang terdorong untuk keluar. ”Saya sudah puluhan tahun tinggal, dan belum pernah ada penanaman pipa gas di sini,”katanya. Warga Bukit Baru mengharapkan pemerintah dan PT Pertamina segera mengambil tindakan terhadap kejadian tersebut.Sebab menurut warga, walaupun terbilang kecil, mereka khawatir kalau semburan gas tersebut akan membesar seperti semburan lumpur Lapindo dan Merbau di Muaraenim.

”Memang saat ini kecil, tetapi sebaiknya segera diambil tindakan.Kalau menunggu kami tenggelam, percuma saja,”ucap warga. Tidak hanya mengeluarkan asap dan bau menyengat, lumpur yang keluar juga memancarkan suhu cukup panas. Memang belum dilakukan pengukuran, tetapi dua butir telur ayam yang diletakkan warga di dalam lumpur tersebut matang dalam waktu kurang dari 10 menit.

”Ini buktinya, telurnya sudah siap makan. Tetapi kami tidak berani, panas di sini, jangan ada yang menyulutkan sumber api, baunya menyengat,” tutur salah seorang warga yang mengaku bernama Mur. Staf Operasi dan Transmisi PT Pertamina H Hamdani yang langsung turun melihat semburan gas tersebut mengatakan, pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan mengenai sumber dan jenis gas tersebut.

Menurut penelitian sementara,gas tersebut bisa saja merupakan gas rawa yang memang terdorong untuk keluar.Namun, kesimpulan tersebut belum dapat dipastikan karena suhu dan tekanan gas yang keluar cukup tinggi. ”Nanti tim dari Prabumulih akan ke sini (lokasi) untuk mengambil sampel dan mengamankan lokasi,” ucapnya. Hamdani meminta warga untuk tidak merokok dan mengaktifkan telepon seluler (ponsel) di sekitar semburan gas. ”Pokoknya sementara ini jangan ada api di dekat sini.

Nanti tim akan datang, dan kalau memang bersumber dari pipa PT Pertamina, segera mengklaim. Namun jika tidak terdapat pipa gas di bawah ini,berarti gas ini liar,” ujar Hamdani. Dia menambahkan, berhubung dirinya akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pertemuan dengan PT Pertamina Pusat, semburan yang membuat warga khawatir tersebut akan segera dilaporkan kepada pimpinan di Jakarta. (berli zulkanedi)