Isnin, 8 Disember 2008

Tanpa

Resah
Yang ku Ubah dalam kata
Melukiskan kesunyian
Tanpa engkau aku tak mengerti

Meski
Pagi itu menatapi
Akan sunyi tanpamu
Menemani aku sepi

(Korus)
Tanpa cintamu aku resah
Tanpa kasihmu aku hampa
Tanpa dirimu aku mati..

(ulang chorus)

Kini benar-benarku rasakan
Dalam benuk hatiku tanpamu
Aku tak mengerti

Takut.. Takut jauh dari dirimu
Kan kau tinggalkan aku sendiri
Tanpamu ku mati

Resah
Yang ku Ubah dalam kata
Melukiskan kesunyian
Tanpa engkau aku tak mengerti

(ulang Korus)

Selamat Hari Lahir

Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Sahabatku

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Sahabatku
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
Dihasilah Ia Dengan Amalan Yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi

Aku Bukan Pilihan Hatimu

Jika memang diriku
Bukanlah menjadi
Pilihan hatimu
Mungkih sudah takdirnya
Kau dan aku
Takkan mesti bersatu
Haruslah slalu kau tahu
Ku mencintaimu di sepanjang waktuku
Harus slalu kau tahu
Semua abadi untuk selamanya
Karena ku yakin
Cinta dalam hatiku
Hanya milikmu
Sampai akhir hidupku
Karena ku yakin
Di setiap hembus nafasku
Hanya dirimu
Satu yang slalu ku rindu

Suci Sekeping Hati

Suci Sekeping Hati

( 1 )
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang

Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa

( ulang 1 )

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

( ulang 1 )

Nur Kasih

Bagaikan permata di celahan kaca
Kerdipnya sukar tuk dibezakan
Kepada Mu Tuhan ku pasrah harapan
Moga tak tersalah pilihan

Nur kasih Mu mendamai di kalbu
Jernih setulus tadahan doaku
Rahmati daku dan permintaanku
Untuk bertemu di dalam restu

( korus 1 )
Kurniakan daku serikandi
Penyejuk di mata penawar di hati
Di dunia dialah penyeri
Di syurga menanti dia bidadari

( korus 2 )
Kekasih sejati teman yang berbudi
Kasihnya bukan keterpaksaan
Bukan jua kerana keduniaan/( dunia )
Mekar hidup disiram nur kasih

( doa )
Ya Allah kurniakanlah kami isteri
Dan anak yang soleh
Sebagai penyejuk mata

( ulang korus1 & korus 2 )
(Mekar hidup ini disirami nur kasih)

Di tangan-Mu Tuhanku sandar impian
Penentu jodoh pertemuan
Seandai dirinya tercipta untukku
Rela ku menjadi miliknya

( ulang korus1 & korus 2 )
(Mekar disiram nur kasih)

Mungkin Nanti

Saatnya ku berkata mungkin
yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua
Ku yakin inilah waktunya

Mungkin saja kau bukan
yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita
kan bertemu lagi
Satu pinta ku jangan kau
Coba tanyakan kembali
Rasa yang ku tinggal mati
Seperti kelmarin saat semua di
sini

Dan bila hatimu termenung
Bangun dari mimpi-mimpimu
Membuka hatimu yang dulu
Cerita saat bersamaku

Mungkin saja kau bukan
yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita
kan bertemu lagi
Satu pinta ku jangan kau
Coba tanyakan kembali
Rasa yang ku tinggal mati
Seperti kelmarin saat semua di
sini

Tak usah kau tanyakan lagi
Simpan untukmu sendiri
semua sesal yang kau cari
semua rasa yang kau beri

Keluarga Bahagia

Sedamai taman firdausi
Limpahan kasih sayang sejati
Seharum semerbak kasturi
Mengharumi hidup insani

Indahnya damainya
Keluarga yang bahagia
Itulah idaman impian setiap insan
Yang dahagakan belaian
Serta kasih dan syaang

Ketika insan lain berbahagia
Bersama keluarga
Namun kita masih meniti
Titian rapuh perhubungan

Mengapa kita terpisah daripada rahmatNya
Mungkinkah kita seringkali melupakanNya
Ayuhlah bina semula
Keluarga diredhai Allah

Oh ayah oh ibu dengarlah rintihan
Dan luahan hatiku yang dahaga kasih
Jiwaku merasa terseksa ketandusan kasihmu
Marilah kita bina bersama-sama
Keluarga bahagia

Ayah ibu
Luangkanlah sedikit masa bersamaku
Ku rindukan kemesraan
Dan belaianmu

Kasih Kekasih

Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri
Kita saling kasih mengasihi
Dengan setulus hati

Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi

( korus )
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia

Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku... oh kasih
Bersabarlah sayang
Saat indah kan menjelma jua

Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan... oh kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahgia

Semoga cinta kita
Di dalam redha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan

( ulang korus )

Kau Sahabat Kau Teman

Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami
Kerana takdir yang Maha Esa telah menetapkan
Sedih rasanya hati ini bila mngenangkan
Kau sahabatku kau teman sejati

Tulus ikhlasmu luhur budimu bagai tiada pengganti
Senyum tawamu juga katamu menghiburkan kami
Memori indah kita bersama terus bersemadi
Kau sahabatku kau teman sejati

Sudah ditakdirkan kau pergi dulu
Di saat kau masih diperlukan
Tuhan lebih menyayangi dirimu
Ku pasrah diatas kehendak yang Esa

( korus )
Ya Allah,tempatkannya di tempat yang mulia
Tempat yang kau janjikan nikmat untuk hamba Mu
Sahabatku akan ku teruskan perjuangan ini
Walau ku tahu kau tiada di sisi

Perjuangan kita masih jauh beribu batu
Selagi roh masih di jasad hidup diteruskan
Sedih rasa hati ini mengenangkan dikau
Bagai semalam kau bersama kami

( korus ) Moga amanlah dan bahagia dikau di sana
Setangkai doa juga Fatehah terus kukirimkan
Moga di sana kau bersama para solehin
Ku sahabatku kau teman sejati

Dia Kekasih Allah

Malu rasanya mengatakan cinta
Kepada dia kekasih Allah
Kerana dia insan mulia
Sedangkan diriku insan biasa

Ku pujuk jua hati dan jiwa
Meluahkan rasa cinta membara
Didalam pujian ucapan selawat
Tanda penghargaan seorang umat

Selagi upaya ku turuti ajarannya
Apa terdaya ku amalkan sunnahnya
Moga didunia mendapat berkat
Di akhirat sana beroleh syafaat

Kerana peribadinya aku terpesona
Kerana budinya aku jatuh cinta
Rindu ku padanya tiada terkata
Nantikanlah daku ditaman syurga

Sesungguhnya apa yang ku dambakan
Adalah cinta Allah yang Esa
Kerana cinta kepada Rasulullah
Beerti cinta kepada Allah

Demi Masa

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan yang beramal soleh

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan yang beramal soleh

Gunakan kesempatan yang masih diberi
Moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan
Kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara, Ingat lima perkara sebelum lima perkara)

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan yang beramal soleh

Gunakan kesempatan yang masih diberi
Moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan
Kerna ia takkan kembali
(Kerna ia takkan kembali)

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

Cahaya Illahi

Ya nabi salam alaika
Ya rasul salam alaika
Ya habi salam alaika
Solawatullah alaika

Para rasul nabi-nabi
Adalah cahaya ilahi
Memimpin ummat dari kekufuran
Membawa rahmat keseluruh alam

Para sahabat dan tabin
Dan juga para alimin
Menjadi pewaris nabi
Menuju jalan cahaya illahi

Ummat manusia ramai yang alpa
Tenggelam dalam nikmat dunia
Sedarlah kita wahai manusia
Kembalilah ke jalan taqwa

Akrab Persahabatan

Sesegar hijau daunan
Begitulah kita diibaratkan
Tiada siapa yang bisa memisahkan kita
Antara kita semua

Seerat simpulan yang tidak terbuka
Seteguh langit tinggi menongkah dunia
Kita mengharung badai atas nama
Kasih insan bersaudara

Buang yang keruh ambil yang jernih
Dendam hasad dengki mestilah dijauhi
Ukhuwah dan mahabbah kita jalinkan
Bina keharmonian

Sesegar hijau daunan
Begitulah kita diibaratkan
Tiada siapa yang bisa memisahkan kita
Antara kita semua

Rabu, 26 November 2008

Buatmu Ibu

Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa

Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu

Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu

rInTiHaN

Biar berlinangan air mata
Ku takkan hentikannya
Biarkan ia menyembuh luka
Hilanglah rasa duka

Tidak ku termampu merentasi liku-liku
Oh sungguh ku tak mampu menghadapi semua itu
Oh sungguh ku tak upaya

Jangan dibiarkan jerih perih kehidupan
Bisa meleraikan iman...
Kan hancur semuanya
Walaupun menitis air mata darah
Tak bisa merubah segalanya
Melainkan taubat nasuha
Moga kan diterima...

Namun ku percaya
Masih ada kesudahannya
Kerana allah itu
Maha kaya maha mendengar
Rintihan hamba-hambanya
Kerana sesiapa bertaqwa kepadanya
Pasti akan ada
Jalan keluarnya
Rezeki yang tidak disangka-sangka
Cukup allah baginya berkuasa segala-galanya
Terima seadanya