Tampilkan postingan dengan label Liburan-Belgia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan-Belgia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Agustus 2020

Tunggangan Bule Di Pedesaan

Saya Kira Bule Eropa Tunggangannya BMW
Ternyata Naik Gerobak Juga
Lokasi : Perbatasan Belgia - Netherland

Orang kalau diberi kesempatan jalan jalan ke Eropa tapi nggak pernah blusukan sampai ke pedesaan, pasti kesan yang dibawa pulang ke tanah air berupa cerita cerita hebat tentang gedung, monumen, istana, museum atau apapun yang dilihat di kota besar. Padahal, semua negara dimanapun juga pasti mempunyai luas wilayah pedesaan yang jauh lebih besar dibanding perkotaan, termasuk negara negara di Eropa.

Pedesaan Menuju Sleza Mountain Poland
Tak Kira Mercedez Benz Atau Audi

Coba luangkan waktu sebentar saja untuk keluar masuk ke pedesaan. Anda akan terkejut ternyata suasana pedesaan di semua negara Eropa sama saja dengan di Indonesia. Bedanya, suasana pedesaan di Indonesia jauh lebih 'Ramah Lingkungan'. Misal membajak sawah masih menggunakan kerbau, mengeringkan padi masih dengan cara dijemur, pengairan irigasi cukup dengan cara mengalirkan air dari sungai dan tadah hujan. Nyaris nggak ada di Eropa bertani dengan cara yang sangat 'ramah lingkungan' seperti di Indonesia. 

Anda Pernah Blusukan Sampai Ndeso Kluthuk
Seperti Ini Di Eropa ?
'BMW' Tunggangan Bule Eropa Ternyata Unik Dan Antik

Bertani di negara negara Eropa yang pernah saya kunjungi, semuanya dibikin ribet sendiri dengan peraturan dan susah saya temukan peralatan bertani 'Ramah Lingkungan' seperti kerbau untuk mengolah tanah, gerobak sapi untuk mengangkut hasil bumi dsb.  Semua peralatan bertaninya serba bermesin, berasap dan bersuara cukup keras grok grok grok suara mesin tua.

Jalan Desa Nggunung Di Sleza, Poland


Sungai dan hujan di Eropa tidak sebanyak di Indonesia sehingga untuk merawat satu petak sawah atau kebun saja susahnya bukan main. Saya pening sendiri dan lebih baik tutup telinga mendengar istilah istilah yang sering saya dengar, misalnya : Groundwater Tax (GWT), Pesticide Tax, Water Supply Tax, Provincial Groundwater Fees, Pumping Tax, Environmental Tax dll.

Ndeso Dekat Insbruck Austria
Kebun Jagungnya Subur Subur Juga

Cari sendiri di mbah google istilah istilah diatas diterapkan  di negara mana saja di Eropa. Saya tidak tertarik mengulas disini karena saya tidak akan setuju kalau petani di Indonesia dibebani berbagai macam peraturan dan pajak seperti di negara negara Eropa,

Dari Jauh Saya Kira Mini Cooper Atau Morris Minor
Ternyata Gerobak Sorong Cap Kingkong Super
Lokasi Pedesaan Dekat Insbruck Austria

Saya lebih tertarik memperhatikan 'Tunggangan' petani bule di Eropa saja.  Ternyata, kebanyakan tunggangan petani bule di Eropa adalah traktor. Saya kira bule Eropa itu tunggangannya Lamborghini, Ferrari, Alfa Romeo, Mercedez Benz atau BMW. Ternyata tidak ada yang naik mobil mobil tersebut. Saya perhatikan, petani bule Eropa ternyata cenderung sama saja 'kere'nya dengan petani di Indonesia. Barangkali karena terlalu banyak dibebani pajak.

Bule Ndeso Di Insbruck, Austria
Saya Kira Alfa Romeo Ternyata Odong Odong

Silahkan melihat sendiri photo photo di blog ini dan silahkan menilai sendiri benar atau tidak apa yang saya katakan. Seandainya anda sedang berada di negara manapun di Eropa, luangkan sedikit waktu anda untuk blusukan ke pedesaan. Saya yakin, anda akan rindu dengan kampung halaman di Indonesia. Nyaris sama saja dengan di Indonesia, ada sawah, kebun, hutan, bule ngarit, angon sapi, nggiring kambing dan lain sebagainya.

'Lamborghini' Bule Swiss
Di Pedesaan Antara Oberalp Pass - Tujetsch

Ingat, jangan menanyakan hal ini ke mahasiswa Indonesia yang lagi kuliah di salah satu negara di Eropa atau turis Indonesia yang lagi seneng senengnya upload photo wisatanya ke medsos. Mereka nggak tahu dan nggak ada yang pernah jelajah sampai ke pedesaan. Cerita mereka cenderung 'nggedabus' dan hanya bercerita tentang gemerlapnya Kota Besar. Desa mah sama aja, gelap hanya dengan lampu ala kadarnya kalau malam. Udaranya bersih dengan bau semilir aroma khas dari kandang kandang  sapi.

Oberalp Pass Switzerland

Lamborghini Orange Bule Perancis Di Sekitar Orb Valley

Ndeso Sutrio antara Friuli - Venezia Giulia Italia
Mini Cooper Atau Moris Minor, Ternyata Odong Odong

Naik Odong Odong Di Pusat Pertanian Sleza, Poland


Warnanya Doang Yang Merah Ferrari
Lokasi Sognefjord - Skjolden, Norway



Flanders - Belgia. Dari Jauh Terlihat Warnanya Merah
Keren Amat Satu Desa Punya Ferrari
Eh Ternyata Traktor Doang

Sabtu, 09 Maret 2019

Gearland Dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya


Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping'gear' ja'land' di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos ('A'gak 'Mi'nggir 'Go't 'S'edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.

Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away - Tunjuk, Bayar, Pergi

Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu 'nggedabus'. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :

'Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?'
'Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,'
'Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng'

Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah

Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih. 

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).  

** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.

Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 - 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah 'kere', kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  'Take Away',  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi - Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.  

Gear Land Resto Beneran - Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.


Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise

Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch

Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga

Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

Sabtu, 11 Maret 2017

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf - Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan 'beol' di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah 'kebelet' memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.


Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa

Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman 'kebelet' diluar negeri.

Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang 'kebelet' bisa langsung numpang toilet ke toko toko atau rumah penduduk terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil 'numpang' toilet ke toko toko kecil atau rumah penduduk terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.


Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis 'membilas' sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin 'membilas' lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia. Asumsi seperti ini 'Salah Besar'. Tidak ada satupun manusia yang 'Superior' berani 'claim' bau kotorannya lebih wangi dari bangsa lain. Percayalah.... Baunya Sama Saja !!!


Victoria Station - London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies


Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.


Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir


Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah 'Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia'.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul nggak bisa nukar uang atau membuka pintu dan dilihat banyak orang. Ngisin isini.....


Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC

Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.


Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn


Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat
Baca Juga :

Jumat, 19 September 2014

Europe - Kiri Blackberry Kanan Iphone 6

Presikhaf - Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?. 

Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua. 

Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.

Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.

Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?. 

Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.

Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal

Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

Baca Juga :