“Jadi sarjana atau tidak, itu cuma di atas kertas. Banyak sarjana menganggur juga. Banyak orang tak sekolah tinggi tapi sukses. Banyak sarjana, begitu bekerja ternyata tidak bisa apa-apa. Masuk kantor gagah, pulang-pulang gagap. Dunia professional menuntut begitu tinggi, tak sampai napas mereka berlari. Banyak sarjana tak pandai ilmu hidup, hanya ilmu silabus saja. Sarjana kertas. Asal, jangan bunuh diri lagi. Ikuti saja kata hati. Jadilah anak yang mandraguna. Sesuai namamu.” (hlm. 142)
Continue reading “REVIEW Kami (Bukan) Sarjana Kertas”Tag: review
REVIEW Sleepover
Hanna pernah menjadi orang linglung selama beberapa bulan. Dia sangat terpukul dengan kematian pacarnya, Edward. Yang dilakukannya setiap hari hanyalah menangis sambil mengurung diri di kamarnya. Dia tidak mau makan. Orangtuanya sampai mengira kalau Hanna mengalami depresi. Mungkin Hanna memang depresi. Dia terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Edward. Seandainya dia tidak memintanya untuk menjemputnya, pasti Edward masih hidup. Hal itulah yang selalu menjadi penyesalannya atas kematian Edward. Continue reading “REVIEW Sleepover”
REVIEW Bapering
Arti buffering sesunguhnya adalah sebuah proses penyimpanan data sebelum disampaikan secara visual. Jadi, selain bikin baper, buku ini juga akan menampilkan visualisasi perjalanan cinta. Cinta yang penulis alami sebagai pembuat buku ini, maupun para pembacanya. Continue reading “REVIEW Bapering”
(REVIEW) ? — TANDA TANYA
Almarhum mama dulunya adalah guru PPKN (sekarang PKn), maka beliau selalu mengingatkan saya akan pentingnya toleransi antarumat beragama yang tak sekedar teori, namun juga dalam prakteknya di kehidupan sehari-hari.
Saya besar di lingkungan yang didominasi dua agama; Islam dan Katolik. Bahkan, Pakde saya adalah seorang pastur yang pernah ke berbagai negara. Sekalipun kini beliau menjadi Pastur, setiap lebaran beliau menyempatkan diri untuk pulang ke Lampung dan berkumpul bersama keluarga yang merayakan Idul Fitri.
Ada seorang juragan beretnis Cina (yang kebun pohon sawitnya berpuluh-puluh hektar). Beliau menyumbang semen yang tidak sedikit untuk pembangunan awal masjid di desa saya.
Saat mama sakit hingga tiada, tetangga yang bernama Bude Maarjinem beragama Katolik tak pernah lelah mengajari adik saya yang paling kecil untuk belajar hingga lulus SD. Kebetulan saat itu saya sedang kuliah merantau di pulau seberang, jadi beliau yang menggantikan peran saya.
Perbedaan agama tidak menghalangi kami bisa hidup damai.
“Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)
Seperti halnya saya, Hanung juga besar dalam lingkungan yang beragam. Berangkat dari itulah Hanung mencoba memvisualisasikannya dalam film ini yang diangkat dari kisah nyata di Semarang.
Secara singkat Film ? mengisahkan hubungan antara 3 keluarga yang mempunyai perbedaan etnis dan agama. Ketiganya hidup berdampingan dalam lingkungan yang dikelilingi oleh Masjid, Gereja dan Klenteng. Dalam hubungan kehidupan sehari-hari adakalanya terjadi konflik karena perbedaan-perbedaan pandangan. Namun seringkali pula mereka saling mendukung dengan segala pengertian atas perbedaan – perbedaan tersebut.
Dengan berbagai perbedaan pandangan hidup dan agama, pada akhirnya mereka semua menemukan satu kesamaan tentang hidup yang lebih baik dalam tatanan kebersamaan dan toleransi. Inilah potret Indonesia seutuhnya, dimana sikap saling mengerti dibutuhkan dalam memandang keragaman yang ada.
Apa sesungguhnya yang menjadi PRO KONTRA dalam film ini?!?
1. Sosok BANSER. Sebenarnya tidak ada yang salah. Soleh yang pemarah, cemburuan, dan curiga bukanlah mendiskreditkan sosok banser. Yang saya tangkap dari film ini adalah sifat Soleh secara individu, sifatnya tersebut lebih dahulu muncul sebelum menjadi banser. Malah, di endingnya kita bisa melihat sosok Soleh dalam menjalankan tugasnya sebagai banser yang taat.
2. Pindah agama. Bukan bermaksud mengajak seseorang untuk murtad. Memang, Rika keluar dari agama Islam. Namun, ada seseorang yang masuk Islam di akhir cerita.
3. Pluralisme. Dari segi mana?? Setiap umat menjalankan agamanya masing-masing, tanpa ada campur aduk agama yang lain. Justru menghormati agama yang lain. Seperti yang dilakukan Tan Kat Sun; memisahkan segala perkakas yang digunakan untuk mengolah babi dengan bahan yang lain, memberi waktu untuk para pekerjanya saat sholat, memberikan libur bagi para pekerjanya saat lebaran. Rika yang pindah agama; tetap setia mengantar anaknya ke masjid untuk mengaji, membuat masakan untuk anaknya berbuka puasa, bahkan membagikan makanan kepada anak-anak yatim untuk berbuka saat puasa.
Kerukunan adalah keadaan di mana terdapat sikap saling pengertian, bersatu, tolong-menolong, damai serta penuh persahabatan antar anggota-anggota yang hidup bersama.
Untuk menciptakan hubungan yang harmonis antarmanusia, terutama antar pemeluk agama yang berbeda-beda diperlukan kesediaan setiap orang untuk saling menyatakan diri sebagai kawan.
Adapun yang dimaksud dengan menyatakan diri adalah setiap orang mau menerima dan bergaul dengan orang yang lain dengan segala keberadaannya.
Selain menyatakan diri, diperlukan etika pergaulan. Dengan etika pergaulan, keharmonisan hubungan kerjasama serta saling pengertian antarsesama akan semakin kuat, dan pergaulan yang selaras, serasi, rukun dan damai dapat dipelihara.
Kehadiran film bertema keragaman dan toleransi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman akan arti penting TOLERANSI dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan dapat dijadikan sebuah kekuatan untuk mencari keyakinan yang hakiki tanpa harus saling menyakiti. Keyakinan tersebut pada akhirnya tergantung kepada jawaban yang ditemukan oleh masing-masing pribadi.
Kemampuan Hanung dalam melahirkan film-film spiritual-religius memang tidak diragukan lagi. Seperti dalam film-film sebelumnya, berani mengangkat tema-tema sensitif bahkan yang dianggap tabu. Dari sisi skenario, endingnya gampang ditebak dan terkesan klise. Saya kurang menemukan selipan pesan dengan kalimat-kalimat khas seperti halnya di Film Perempuan Berkalung Surban dan Sang Pencerah. Ada kalimat favorit; “Menikah ibarat kapal. Yang satu mendayung, yang satu menunjukkan arah. Jika lelah, bisa berganti peran.”
Dari segi musik, Tya Subiakto mampu memberikan perpaduan musik yang harmonisasi dari perpindahan budaya dan agama yang berbeda. Jempol deh buat Yadi Sugandi, dari sisi sinematografi, walaupun banyak adegan di dalam ruangan, kita disuguhi gambar dari berbagai sudut yang tidak biasa.
Begitu pula dari segi kostum yang dipegang Retno Ratih Damayanti dan perlengkapan, representasi tiap agama terwakilkan. Melalui gereja, masjid, klenteng, lonceng, beduk, dupa, salib, sajadah, lilin, dan lain-lain.
Dari segi akting, jelas sudah tidak diragukan lagi kemampuan Agus Kuncoro, Reza Rahardian, dan Revalina S. Temat yang pernah bekerjsama dengan Hanung sebelum di film ini. Endhita, kenapa kurang terasa ya jiwa Katoliknya? Rio Dewanto, aktingnya sudah pas, namun logat jawanya masih kaku, kurang njawani, masih berasa logat jawa ala FTV yang biasa ia mainkan :p
Sebenarnya pro kontra yang timbul tentang film justru meningkatkan minat seseorang untuk menontonnya. Mudah-mudahan di film berikutnya Hanung dkk mau dan mampu menggarap film bersetting budaya di luar Jawa ;))
Keterangan Film:
Judul : ? – Tanda Tanya
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Skenario : Titien Wattimena
DOP : Yadi Sugandi
Music Illustrator : Tya Subiakto
Website : http://www.filmtandatanya.com
Produksi : Mahaka Pictures & Dapur Film
Para Pemain :
Reza Rahadian sebagai Soleh
Seorang lelaki pengangguran yang hidup dalam impiannya untuk menjadi seseorang yang berarti, termasuk menjadi pahlawan bagi istri dan kedua anaknya, namun belum mendapatkan jalan yang baik. Soleh akhirnya menjadi anggota banser NU
Revalina S Temat sebagai Menuk
Seorang perempuan yang soleha dan cantik, istri dari Soleh. Cinta Menuk kepada suaminya begitu mendalam walaupun suaminya tidak memiliki pekerjaan. Menuk memilih Soleh daripada Hendra, anak dari Tan Kat Sun yang keturunan Tionghoa, karena Soleh memeluk agama yang sama dengannya, yaitu Islam. Untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari, Menuk bekerja di di restoran Kanton Pak Tan
Agus Kuncoro sebagai Surya
Seorang pemuda yang sedang berjuang meraih impian menjadi bintang film dengan memerankan peranan-peranan kecil. Surya menjadi pacar Rika setelah Rika bercerai dengan suaminya. Surya mengetahui jika kondisi ini semakin memojokan Rika pada posisi yang tidak menyenangkan di mata para tetangga sekitar. Walaupun seorang Muslim, Surya berhasil memerankan dengan baik beberapa peranan yang terkait dengan agama lain, termasuk menjadi Yesus pada acara Jumat Agung di gereja.
Endhita sebagai Rika
Seorang janda beranak satu, yang baru saja berpindah agama. Rika memiliki toko buku yang sekaligus menjadi rumah tinggalnya. Karena status janda dan keputusannya pindah agama, Rika sering mendapat cemoohan para tetangga, namun Rika tetap pada pendiriannya. Rika juga harus menghadapi protes dari anaknya, Abi dan ibunya atas keputusannya tersebut.
Rio Dewanto sebagai Hendra
Anak dari Tan Kat Sun dan Lim Giok Lie yang sedang mencari jati diri. Dalam proses mencari jati diri tersebut, dia selalu bertentangan dengan kedua orangtuanya, termasuk dalam menjalankan usaha restoran. Hendra jatuh cinta pada Menuk dan merasa sakit hati berkepanjangan karena Menuk lebih memilih Soleh yang pengganguran dikarenakan Soleh seorang Muslim.
Hengky Sulaeman sebagai Tan Kat Sun
Seorang ayah dan pengusaha restoran masakan Cina. Dalam kondisi kesehatannya yang tidak baik, pak Tan selalu bersikap positif, namun merasa jengkel dengan sikap anaknya yang tidak peduli terhadap usaha keluarga.
NB:
Film hasil kolaborasi Dapur Film dan Mahaka Pictures ini sengaja diberi judul ? (baca Tanda Tanya) untuk memberikan keleluasan kepada para penonton dalam menyimpulkan makna dari keseluruhan cerita. Selanjutnya dari kesimpulan tersebut penonton berpartisipasi memberikan judul filmnya dengan mengirimkan sms ke 3230 (ketikTTNAMA#USIA#JENIS KELAMIN#KOTA#JAWABAN). Judul terpilih akan mendapatkan apresiasi sebesar Rp 100 juta,- . dan digunakan sebagai judul pada DVD film serta Novel yang akan segera diterbitkan. Periode pengiriman judul berlaku hingga akhir Juni 2011, pemenang diumumkan pada Juli 2011 pada saat dilakukan peluncuran Novel dan DVD Filmnya. Penjurian judul dilakukan oleh Hanung Bramantyo, Erick Thohir (Produser Eksekutif) dan beberapa pihak yang kompeten.
(REVIEW) Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
Kenapa manusia bisa menangis? Karena manusia diciptakan dari kesedihan. Itulah salah satu potongan cerita di Pemetik Air Mata, percakapan antara anak dan ibu. Karena tahu manusia akan mengenal kesedihan, maka sebelum menciptakan maut, Tuhan menciptakan lebih dulu peri-peri pemetik buah kesedihan.
Saat ada yang menangis malam-malam, peri-peri itu akan berkitaran mendekati, menunggu air mata itu menggelantung di pelupuk kemudian pelan-pelan memetiknya. Bila sebutir air mata bergulir jatuh, mereka akan buru-buru menadahkan cawan. Begitu tersentuh jari-jari mereka yang ajaib, setiap butir air mata akan menjelma menjadi kristal bening berkilau.
Dalam ulasannya di Kompas, Aris Kurniawan mengatakan bahwa Pemetik Air Mata hadir seperti melanjutkan Pelajaran Mengarang karangan Seno Gumira Ajidarma. Bagi saya, Pemetik Air Mata satu garis dengan novel Paulo Coelho yang berjudul di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis. Sama-sama bercerita tentang kesedihan dan air mata. Di tepi Sungai Piedra, aku duduk dan menangis. Ada legenda bahwa segala sesuatu yang jatuh ke sungai ini –dedaunan, serangga, bulu burung- akan berubah menjadi batu yang membentuk dasar sungai. Kalau saja aku dapat mengeluarkan hatiku dan melemparkannya ke arus, maka kepedihan dan rinduku akan berakhir, dan akhirnya aku pun melupakan semuanya.
Sukab dan Alina, tokoh rekaan Seno Gumiro Ajidarma (SGA), salah satunya dalam Sepotong Senja untuk Pacarku (Dari dulu pengen buku ini tapi gak kesampaian.. –“). Pada Dunia Sukab, terdapat catatan SGA tentang Serba-Serbi Sukab tertuang bahwa tokoh fiktif ini rupa-rupanya lebih eksis ketimbang banyak manusia beneran yang berdarah dan berdaging, tetapi kehadirannya tidak pernah eksistensial, sehingga kemungkinan besar tidak pernah diperbincangkan oleh siapapun dalam konteks apapun seumur hidupnya. Sukab pun menginspirasi beberapa orang untuk menjadikannya sebagai side-story. Dalam buku Nyonya Perca, Jia Effendie menuliskan Perkara Mengirim Senja. Muhidin M. Dahlan menyelipkan sepotong senja dalam Aku, Buku, dan Sepotong Sajak Cinta. Sedangkan Agus Noor meramunya dalam Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia yang dipilih sebagai judul buku ini.
Kisah-kisah lainnya ada Kartu Pos dari Surga, ini pernah saya baca di surat kabar. Berkisah tentang Beningnya yang merindukan kartu pos kiriman ibunya yang tak kunjung datang. Pengasuh akun @fiksimini di twitter ini menuangkan fiksi mininya di cerpen 20 Keping Puzzle Cerita.
Di cerpen Permen, mengisahkan perselingkuhan dengan perumpamaan permen. Permen akan selalu mengingatkanmu bahwa hidup ini manis dan patut kamu nikmati. Karenanya kamu harus bersyukur bila hidup memberimu nasib yang manis, penuh warna, dan menyenangkan seperti permen.
Perihal Orang Miskin yang Bahagia terdiri dari 26 cerita dipilih sebagai penutup cerita buku ini sangat pas.
Buku ini menghimpun puncak-puncak prosa Agus Noor. Eksplorasinya dalam bercerita membuat setiap kisah yang ditulisnya menjadi penuh pukau. Cinta, sensualitas, sampai memori kekejaman politik dan religiositas, terasa subtil dalam bahasanya yang puitis dan sering kali mengejutkan. Sepilihan karya ini memperlihatkan rentang panjang proses kreatif Agus Noor sebagai salah satu cerpenis penting dalam khazanah sastra kontemporer Indonesia yang terus-menerus melakukan penjelajahan gaya dan tema.
Variasi bahasa adalah salah satu kekuatan Agus Noor dalam buku ini. Sembilan cerpen, sembilan sensasi berbeda yang akan kita dapatkan. Kisah tragis dan sadis bisa disajikan dengan manis. Tanpa sadar saya melahap buku ini hanya dalam waktu tiga jam saja. Buku yang wajib dikoleksi pada tahun 2010. Selamat membaca =)
Judul : Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
Penulis : Agus Noor
Penerbit : Bentang Pustaka
Terbit : Februari 2010
(REVIEW) Fiqih Wanita untuk Semua
Sejak ribuan tahun silam, sebelum Islam datang, poligami merupakan tradisi yang dianggap wajar. Poligami sering menjadi penanda tinggi rendahnya kelas atau status sosial seseorang. Namun, poligami dilakukan bukan saja oleh kalangan raja-raja dan nabi-nabi, tetapi juga di semua tingkatan masyarakat. Bahkan di pusat-pusat peradaban dunia di masa silam –Babylonia, Syiria, dan Mesir-, praktik poligami begitu kuatnya. Di wilayah Asia lain seperti Cina, seorang laki-laki bahkan bisa saja mempunyai istri 3.000 orang.
Dalam Islam sendiri, Rasulullah mencontohkan monogami selama 26 tahun hingga Siti Khadijah meninggal dunia. Perkawinan-perkawinan yang dilakukan setelah Khadijah meninggal, menurut banyak ulama, tidak lain karena dilatarbelakangi kekhususan sebab diantaranya: mempunyai maksud dan tujuan yang erat kaitannya dengan misi beliau sebagai seorang rasul, sebagai hiburan dan bantuan terhadap janda, untuk memberi pertolongan dan perlindungan kepada anak-anak yatim yang kehilangan ayahnya karena syahid di medan perang, untuk memperkokoh ikatan persahabatan dan mencegah terjadinya perpecahan, serta untuk menarik suatu suku menjadi penganut agama Islam.
Sesungguhnya kalau kita membaca secara cermat dan kritis ayat-ayat Al-quran, maka kita akan tiba pada suatu kesimpulan bahwa poligami dan poligini secara ideal tidak dibenarkan dalam Islam. Kedua konsep ini sama-sama berpotensi menyalahi prinsip-prinsip keadilan dan kemaslahatan keluarga. Memang ada ayat yang sering dikutip untuk mendukung poligami, tetapi sesungguhnya kesimpulan itu menyalahi logika-logika metodologi.
Poligami adalah salah satu bab yang dibahas di buku ini. Mengapa poligami yang saya tulis?? Karena dulu saya mengangkat tema poligami untuk skripsi, tapi poligami dalam film loh! Yup, poligami yang selalu kontroversial :p
Bapak Nasaruddin Umar memaparkan fiqih wanita dimulai dari bahasan aurat, jilbab, haid, khitan perempuan, akikah untuk anak perempuan, wali nikah, mahar, hubungan suami istri, kekerasan dalam rumah tangga, poligami, aborsi, hak waris perempuan, perempuan berprofesi, saksi perempuan, hingga ulasan imam salat perempuan. Ringkas, padat nan berisi.
Dengan kedalaman intelektual, plus nuansa tafsir dan tasawuf yang disajikannya, penulis mengemukakan hal-hal yang patut direnungkan oleh semua untuk mendalami pesan teragung Islam tentang perempuan; pesan yang memuliakan bukan yang memojokkan, pesan yang memberdayakan bukan yang memandulkan peran, dan pesan yang membebaskan bukan yang memenjarakan. Pembaca akan mendapati buku ini bersahabat buat siapa sja; tak terkesan menggurui atau menghakimi; dan tanpa membuat jenuh pembaca dengan uraian yang panjang dan akademis.
Walaupun buku ini berjudul Fiqih Wanita, tapi patut dibaca untuk semua baik laki-laki maupun perempuan. Buktinya ketika buku ini tergeletak di meja, bapak saya tertarik membacanya 😉
Judul : Fiqih Wanita untuk Semua
Penulis : Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.
Penerbit : Serambi – Hikmah
Terbit : Mei 2010
(REVIEW) GHOSTGIRL: Homecoming
Ketika berhadapan dengan kematian, kau terpaksa menggali dirimu dalam-dalam untuk memahami siapa dirimu yang sesungguhnya dan apa yang benar-benar kaurasakan. Bagaimana facial peer yang kasar, kematian menggosokmu dengan keras, mengelupas topeng penyangkalan, alasan, dan masalah yang sudah menumpuk selama masa kehidupanmu. Yang tersisa tidak selalu enak dilihat, setidaknya pada awalnya.
Pernahkah terlintas dalam pikiran, membayangkan kehidupan sesudah mati? Apa jadinya ternyata yang disebut surga adalah kantor telepon??
Kantor telepon?? Yup, kantor telepon. Masing-masing bertugas mengangkat telepon yang berdering. Charlotte, seorang gadis belia yang mati akibat tersedak permen berkeluh kesah bahwa teleponnya belum pernah sekali pun berdering, sangat berbeda dengan milik Maddy yang selalu berdering setiap saat.
“Kalian akan menjadi suara di dalam kepala orang lain. Ketika mereka ketakutan atau kebingungan atau kesepian atau merenungkan sesuatu yang tidak terpikirkan, telepon kalian akan berdering.” Itulah tugas mereka.
Kehidupan Charlotte telah berakhir, namun dia tidak berhenti bermimpi, walaupun dia merasa bahwa mimpi-mimpinya tertahan oleh sebuah rem abadi.
Agar pintu surga terbuka untuknya, Charlotte harus menangani satu masalah di dunia, yang ternyata berkaitan dengan kehidupannya dahulu. Tragedi dan penyakit memiliki cara yang aneh untuk menyatukan manusia. Menolong bukan sekedar panggilan, melainkan keahlian, sesuatu yang bisa dipelajari. Dia harus menolong Scarlet untuk mengembalikan arwah Petula, kakaknya yang sedang dalam keadaan kritis. Petula adalah kandidat Ratu Homecoming, gadis idaman semua pria di Homecoming. Salah satunya adalah Damen, pria idaman Charlotte yang ternyata adalah pacar Scarlet.
Mampukah Charlotte melewati rintangan yang dihadapinya?? Dapatkan dia membawa Petula ke Alam kehidupan?? Apakah yang akan didapatkannya setelah berhasil??
Kata-kata bijak:
– Doa yang terjawab mendatangkan lebih banyak air mata daripada doa yang tidak terjawab.
– Seseorang akan kehilangan begitu banyak perhatian begitu dia memutuskan untuk tidak lagi menjadi sesuatu tetapi seseorang.
– Kita adalah apa yang kita perankan, jadi berhati-hatilah dalam memilih peran.
– Belajarlah dari kehidupan, namun sesungguhnya kematian adalah guru terbaik.
– Teman dekat adalah orang yang kau pilih untuk berada di dekatmu dan keluarga adalah orang yang sudah semestinya ada didekatmu.
– Selalu camkan bahwa kau adalah sosok yang unik, sama seperti semua orang lainnya.
– Setelah kau mati, maka kau siap menjalani kehidupan.
– Kehidupan adalah tidak tahu apa-apa, mau berubah, menghayati setiap momen dan memanfaatkannya sebaik mungkin, tanpa menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya.
– Dunia ini adalah komedi bagi mereka yang mengandalkan otak, dan tragedi bagi mereka yang mengandalkan perasaan.
– Kau hanya akan merasa tidak dicintai jika kau pernah dicintai.
– Kehidupan bukan tentang berapa kali kau menarik napas. Tetapi tentang berapa peristiwa yang berhasil menghentikan napasmu.
– Kebaikan atau keburukan adalah hasil dari pilihan dan tindakan, bukan niat.
– Memberikan nasihat yang salah atau pertolongan yang salah pada waktu yang salah terkadang lebih buruk daripada tidak memberikan pertolongan sama sekali.
Covernya memang bergambar perempuan bermata bolong, tapi isinya jauh dari image seram. Jangan takut untuk membacanya di malam hari, walaupun kita akan melintasi Alam Kematian dan Alam Kehidupan.
Semua orang sendirian menghadapi kematian, dan sebagian orang tetap sendirian setelah mati.
(REVIEW) Gurun Cinta
Apa jadinya bila ada persaingan asmara antara ayah dan anak memperebutkan satu perempuan?? Novel Gurun Cinta (Le Desert de l’amour, 1925) yang meraih Grand Prix du Roman de I’Academie Francaise pada 1926 dianggap sebagai novel terbaik Francois Mauriac oleh para kritukus sastra.
Raymond Courreges dikaruniai wajah tampan, tapi menganggap dirinya monster buruk rupa dan jorok. Umurnya belum genap dua puuh tahun. Setiap hari menaiki trem setiap pukul enam pagi. Di trem itu, melihat seorang perempuan dewasa yang juga selalu menaiki trem. Di trem itulah Rymond mulai jatuh cinta.
Dalam usia lima puluh dua tahun, seorang lelaki masih boleh mengharapkan hidup bahagia selama beberapa tahun lagi, meskipun barangkali hati mereka diracuni oleh penyesalan yang dalam. Itulah yang dipikirkan Paul Courreges. Punya pekerjaan yang mapan sebagai dokter dan memiliki keluarga bahagia belum membuat hidupnya terasa lengkap. Dia mencintai pasiennya, Maria Cross.
Hewan pun akan mengusir anak-anaknya yang sudah dewasa. Bahkan lebih seringnya, hewan jantan tidak mengenali anak-anak itu sebagai anak-anak mereka. Hanya manusia yang mengembangkan perasaan sentimental untuk melestarikan tiap-tiap peranan itu.
Dalam melestarikan cinta tidak ada kata habis, tapi kita segera menyadari bahwa kelompok kecil pergaulan kita semakin lama semakin mengecil setiap tahunnya.
Kaum muda mengalami kekalahan karena mereka membiarkan diri dengan mudah diyakini mengenai ketidakmampuan mereka.
Semua orang memang sinting jika dalam kesendirian. Pengendalian itu terpaksa difungsikan jika ada orang lain.
Yang jadi masalah bukanlah kesediaan untuk mengungkapkan isi hati, meskipun kita mempunyai pendengar yang bersimpati, walaupu pendengar itu ibu kita sendiri. Siapa diantara kita yang cukup terampil meringkas segenap gejolak jiwa ke dalam beberapa kata saja? Bagaimana mungkin kita dapat melepaskan sebuah perasaan tertentu dari sekumpulan perasaan yang bergejolak?
Kita semua diubah dan diubah lagi oleh orang-orang yang mencintai kita, dan meskipun cinta itu mungkin sudah berlalu, kita tetap seperti hasil gubahan itu –gubahan yang mungkin tidak mereka kenali, dan barangkali juga bukan itu yang menjadi tujuan. Tidak ada cinta, tidak ada persahabatan yang dapat menyilang jalur takdir kita tanpa meninggalkan bekas padanya selamanya.
Kelemahan terakhir manusia terletak pada kemampuannya untuk mengagumi keburukannya sendiri, seakan-akan terpesona ketika melihat berlian.
Pada saat-saat tertentu kita menyadari bahwa kita tidak berarti apa-apa bagi orang tertentu yang sangat berarti bagi kita.
Betapa mengganggunya orang-orang yang tidak menyentuh hati kita, orang-orang yang tidak kita pilih! Mereka benar-benar di luar diri kita. Tidak ada satu pun mengenai diri mereka yang ingin kita ketahui. Seandainya mereka meninggal, kematian mereka sama sekali tidak berartinya dengan ketika mereka masih hidup.
Orang-orang yang terdekat dengan kita selalu yang paling tidak kita pahami. Kita mencapai titik yang bahkan kita tidak bisa melihat apa yang ada di depan mata kita.
Jatuh cinta sangat tidak enak dan berhenti mencintai membuat kita merasa hina.
Manusia seharusnya selalu memikirkan kesulitan orang lain, dan suntikan-suntikan kecil tantangan itulah yang membuat darah selalu mengalir. Manusia tidak punya waktu untuk memikirkan penderitaan batinnya sendiri, memikirkan luka yang menghujam dalam-dalam sampai ke relung lubuk hatinya.
Kisah cinta segitiga antara Maria Cross, Paul Courreges, dan Raymond Courreges ini dikemas dalam novel memukau karya pemenang Hadiah Nobel Sastra 1952.
Kepada siapakah cinta Maria Cross berlabuh??
(REVIEW) Azazil
Azazil terlahir dari ilusi manusia pada era Sumaria kuno atau masa Persia kuno yang menyembah Api/Cahaya dan kegelapan secara bersamaan (Ahura-Mazda Dewa Cahaya dan Ahriman Dewa Kegelapan).
Iblis, Setan, Ahriman, Azazil, Baalzebub, Baalzebul. Semuanya tetap sama saja, perbedaannya hanya ada dalam segala sesuatu mempunyai eksistensinya masing-masing maka kita pun membuat hipotesis bahwa eksistensi yang berlawanan sepenuhnya dengan Tuhan adalah sebuah “Keburukan yang Mutlak” pula.
“Aku adalah eksistensi yang digunakan untuk memberikan justifikasi akan adanya kejahatan. Jadi lebih pantas kalau dikatakan bahwa semua kejahatan dan keburukan itulah yang menjadi asal-muasal eksistensiku.”
“Sejatinya aku adalah kamu dan aku adalah mereka.. Kamu akan mendapatkan aku ada setiap kali kamu mau, begitu juga aku aka nada setiap kali mereka mau. Aku selalu hadir di hadapan mereka untuk mengangkat dosa, melepaskan beban, dan membebaskan setipa orang yang disalahkan. Pendeka kata aku adalah alas an yang selalu dikemukakan setiap kali ada kesalahan dan dosa. Aku adalah sosok yang menginginkan dan diinginkan, bahkan aku adalah keinginan itu sendiri. Aku adalah pelayan bagi setiap hamba-Nya. Bahkan aku adalah orang yang selalu mendorong para ahli ibadah untuk terus mengejar ilusi-iusi mereka tentang makna kesalahan.”
Prof. Dr. Youssef Ziedan, adalah seorang guru Filsafat Islam di Fakultas Adab Universitas Alexandria dan Kepala Pusat Manuskrip dan Bagian Museum Perpustakaan Alexandria ini sekitar sepuluh tahun yang lalu menemukan lembaran manuskrip milik seorang Rahib bernama Hypa yang berkebangsaan Arab dari Gereja Edessa yang menganut mazhab Nestorian. Sebelumnya, ada seorang yang pertama kali menemukan manuskrip ini adalah Bapa William Kazary. Terlepas asli atau tidak kisah hidup yang dituliskan manuskrip yang diduga tidak pernah dibuka selama lima belas abad silam ini, penelitian panjang yang dilakukan penerjemah membuktikan bahwa semua tokoh gerejawi yang dia sebutkan benar-benar ada. Demikian juga semua kejadian historis yang disinggungnya memang pernah ada.
Perjalanan hidup yang ditulis saat Hypa berumur dua puluh tiga. Ketika dia menginjakkan kaki di Alexandria, seseorang menasehatinya bahwa ada banyak nama Tuhan dan Dewa di sana. Azazil selalu mengikutinya hingga akhir hayat. Segala tingkah laku dan kejadian yang dialami sedikit banyak dipengaruhi Azazil. Pergolakan hidupnya yang memiliki latar belakang trauma masa lalu hingga membawanya keimpian yang diidamkannya, yaitu mampu mengobati orang lain. Hypa menguasai empat bahasa, yakni bahasa Yunani, Ibrani,Koptik dan Aramaik. Hypa seorang pecinta buku sejati. Hanya buku yang bisa membuatnya berkeinginan untuk menyendiri.
Kisah hidupnya juga dibalut skandal cinta tak hanya satu wanita, tapi dua. Yang pertama, dia menjalin cinta kilat bersama Oktavia seorang penyembah berhala, seorang janda dari seorang lelaki miskin yang bekerja bersamanya di dalam rumah megah. Memiliki tiga sikap yang menyatu; kasih sayang yang lembut, keberanian dan kebinalan. Oktavia memberi nama Hypa menjadi Theosorus Poseidonius, dalam bahasa Yunani yang artinya hadiah ilahiah dari Dewa Poseidon. Sebaliknya, Hypa memanggil Oktavia dengan sebutan Temasmoni, dalam kata Mesir kuno yang artinya anak kedelapan.
Setelah Hypa berumur empat puluhan, dia kembali terlibat kisah percintaan bersama Martha, sang penyanyi gereja. Janda berumur dua puluh tahun ini meruntuhkan kembali iman Hypa yang sebelumnya telah menutup hati rapat-rapat. Kisah cinta terlarang ini pun kembali berakhir singkat.
Garis lurus itu hakikatnya harus ada di dalam ilusi kita, sedangkan faktanya segala sesuatu itu bergerak dalam lingkaran yang saling berkelindan bagaikan orbit beberapa planet yang kadang kala bersinggungan.
Manusia diasumsikan berawal dari sebuah titik kehidupan, kemudian bergerak dalam lingkaran ketika mengulangi kembali apa yang sudah dan selalu dilakukan oleh para pendahulu mereka hingga kembali ke titik awal: dari tiada menjadi ada untuk kemudian menjadi tiada lagi.
Sesungguhnya tidur adalah anugerah yang tiada terkira. Kalau manusia tidak pernah tidur, pasti mereka akan gila! Semua yang ada di dunia ini tidur, bangun dan kemudian tidur lagi, kecuali dosa-dosa dan kenangankenangan kita yang tidak pernah mengenal tidur sama sekali. Karena itu, kenangan-kenangan itu akan terus memburu kita ke mana pun dan di mana pun sehingga kita tidak pernah tenang.
Keseriusan adalah lawan kata dari kelinglungan karena hilang ingatan.
Kau boleh bersedih sebentar karena itu sudah tabiat anak manusia. Namun kesedihanmu akan pergi bersama berlalunya waktunya karena keadaan anak manusia selalu berubah.
Kehidupan ini sejatinya penuh maker yang bergerak diam-diam, membawa kita tanpa disadari melalui deretan ruang dan waktu, kemudian mengubah diri kita menjadi orang lain yang bisa jadi tidak akan dikenali lagi.
Kita tahu bahwa sebuah kosakata – kalau dipahami hanya sebagai sebuah kosakata – adalah netral dari dosa dan kesalahan; dosa-dosa seperti itu baru akan muncul saat kata-kata itu disusun sedemikian rupa menjadi kalimat.
Hypatia, putrid Mahaguru Theon, seorang filsuf besar ahli matematika beraliran Pythagoras.
Apakah kalau Adam dan Hawa tetap bertahan dalam surga, mereka akan menjadi mahluk yang abadi di dalamnya?
Semua kenangan dan nostalgia masa lalu pasti menyakitkan meski itu kenangan manis dan nostalgia indah sekalipun. Kenangan manis pun akan menyakitkan karena kita sedih karena hal itu sudah lewat.
Bagaimana kuatnya seorang manusia, tetap saja dia mahluk lemah. Kita semua mahluk lemah yang tidak mempunyai daya apa pun kecuali karena kasih sayang.
Jatuh cinta memang menimbulkan situasi yang berat di dalam jiwa.
Manusia dalam setiap masa selalu menciptakan sesosok tuhan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya pada waktu itu. Jadi hakikat seorang tuhan bagi manusia adalah pola pandangnya, impian-impiannya yang mustahil terjadi dan juga harapan-harapannya.
Di covernya, tertulis bahwa buku ini dijuluki “The Arabic da Vinci Code” dan meraih The Arabic Booker Prize 2009, sebuah penghargaan bergengsi untuk novel yang terbit di Timur Tengah.
Setiap orang mempunyai setan sendiri yang menyertainya ke mana pun, termasuk diriku hanya saja Allah membantuku mengalahkannya hingga dia menyerah. (Imam Al-Bukhari)
My Favourit Author: Paulo Coelho
Paulo Coelho, itulah namanya. The Alchemist yang terjual lebih dari 43 juta copy di seluruh dunia, dan telah diterjemahkan 56 bahasa yang telah membawanya menerima Guinness World Record 2009 ini adalah novel karangan Paulo Coelho yang pertama kali saya baca. Saya baru jatuh cinta dengan tulisannya saat membaca By the River Piedra I Sat Down and Wept. Sedangkan Veronika Decides to Die adalah favorit saya. Di setiap novelnya, kita diajak memahami cinta, makna hidup bahkan kematian.
Ini adalah Karya-karyanya yang telah saya baca:
1. “Veronika Decides to Die”
Veronika, seorang pustakawan memutuskan bunuh diri dengan menelan seluruh pil tidur. Dia merasa hidupnya tidak bermakna, karena setiap hari terjadi hal yang sama. Kita diajak merenungkan kembali semua hal yang disebut normal dan gila dalam masyaratakat. Kegilaan adalah ketidakmampuan mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikiran. Setiap orang yang hidup di dunianya sendiri termasuk gila.
2. “By the River Piedra I Sat Down and Wept”
Ada legenda bahwa segala sesuatu yang jatuh ke sungai ini akan berubah menjadi batu yang membentuk dasar sungai. Pilar, tokoh dalam novel ini berharap dapat mengeluarkan isi hatinya dan melemparkannya ke arus, maka kepedihan dan rindunya akan berakhir, dan akhirnya dia pun dapat melupakan semuanya. Air sungai akan memadamkan apa yang telah ditulis oleh lidah api. Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya. Cinta itu mirip bendungan: jika kau membiarkan satu celah kecil yang hanya bisa dirembesi sepercik air, percikan itu akan segera meruntuhkan seluruh bendungan, dan tak lama kemudian tak seorang pun bisa mengendalikan kekuatan arusnya.
3. “Eleven Minutes”
Maria, gadis Brazil dalam novel ini menganggap tak akan pernah menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Roller-coaster inilah hidupku; hidup adalah permainan yang berdesir cepat memabukkan; hidup adalah petualangan yang terjun dengan parasut; berani mengambil resiko, jatuh dan bangkit kembali; berani mendaki hingga ke puncak; punya keinginan untuk memaksimalkan diri, bisa merasa marah dan tidak puas saat kau gagal melakukannya. Dunia ini berputar pada sesuatu yang hanya makan waktu sebelas menit.
4. “The Fifth Mountain”
Mengisahkan riwayat Elia yang ketika itu berumur 23 tahun dan melarikan diri dari Israel, karena hendak dibunuh oleh Izebel. Tuhan Maha Kuasa. Kalau Dia membatasi diri-Nya hanya melakukan apa-apa yang baik, Dia tidak bisa disebut Maha Kuasa; itu berarti Dia hanya menguasai satu bagian alam semesta, dan ada orang lain yang lebih berkuasa daripada-Nya, yang mengawasi dan menilai tindakan-tindakan-Nya. Kalau demikian halnya, aku memilih memuja orang yang lebih berkuasa itu. Jiwa manusia, seperti halnya sungai dan tanaman, juga membutuhkan hujan, meski dari jenis berbeda; harapan, keyakinan, alas an untuk hidup. Tanpa itu, segala sesuatu di dalam jiwa tersebut akan mati, meski raganya masih terus hidup, dan orang-orang akan berkata, “Di dalam tubuh ini pernah hidup seorang manusia.”
5. “The Zahir”
Berkisah seorang suami yang ditinggalkan istrinya tanpa alasan, tanpa jejak. Kepergiannya menimbulkan pertanyaan besar yang makin lama makin menggerogoti hati dan pikiran. Yang perlu kita lakukan hanyalah memperhatikan: pelajaran akan datang bila kita sudah siap, dan kalau kita bisa membaca isyarat-isyaratnya, kita akan mempelajari semua yang perlu kita ketahui untuk langkah berikutnya.
6. “The Devil and Miss Prym”
Seorang laki-laki asing tiba di Viscos yang menganggap desa terpencil yang nyaris hancur itu tempat yang sempurna untuk menemukan jawaban yang dicari-carinya, yaitu apakah pada hakikatnya manusia baik atau jahat? Tantangan itu tidak akan menunggu. Hidup tidak menoleh ke belakang. Satu minggu lebih dari cukup bagi kita untuk memutuskan, apakah kita akan menerima takdir kita ataukah tidak.
7. “The Winner Stands Alone”
Kesuksesan adalah racun yang penuh godaan. Selama 24 jam kita diajak mengikuti jejak langkah Igor, pengusaha telekomunikasi kaya raya dari Rusia, yang merasa terpukul setelah ditinggal istrinya, dan memutuskan untuk menarik perhatian sang mantan istri dengan sebuah rencana gila.
8. “The Witch of Portobello”
Kisahnya tentang perempuan misterius bernama Athena, yang disampaikan oleh banyak orang mengenalnya. Tak seorang pun meletakkan mimpi-mimpinya ke dalam tangan mereka yang mungkin menghancurkannya. Tidak seorang pun bisa memanipulasi orang lain. Dalam setiap hubungan, kedua belah pihak paham apa yang sedang mereka lakukan, bahkan jika salah satunya mengeluh di kemudian hari bahwa dia hanya di manfaatkan.
Riwayat hidupnya: Paulo Coelho lahir di Rio pada bulan Agustus 1947, putra dari Pedro Queima Coelho de Souza, seorang insinyur, dan istrinya Lygia, ibu rumah tangga. Di usia muda, Coelho memimpikan karier di bidang artistik, sesuatu yang tidak dianggap di kalangan keluarga kelas menengah tempat dia hidup. Di tengah lingkungan serius sebuah sekolah Jesuit yang kaku, Coelho menemukan panggilan sejatinya: menjadi penulis. Tapi orangtua Coelho mempunyai rencana berbeda untuknya. Ketika upaya mereka menekan pengabdiannya pada literatur menemui kegagalan, mereka memandang hal itu sebagai penyakit mental. Pada usianya yang ketujuh belas, dua kali ayahnya memasukkannya ke rumah sakit jiwa, di mana dia menjalani sesi-sesi terapi elektokonvulsif. Orangtuanya membawanya ke pusat perawatan mental itu sekali lagi, setelah dia terlibat dengan sebuah kelompok teater dan mulai bekerja sebagai jurnalis.
Paulo Coelho telah menerima berbagai penghargaan internasional dan juga merupakan pendukung multikulturalisme melalui kerjasamanya dengan UNESCO sebagai Penasihat khusus untuk Dialog-Dialog Antarbudaya dan Kesepahaman-kesepahaman Spiritual. Paulo ditunjuk sebagai United Nations Messenger of Peace pada bulan September 2007, sehingga ia dapat terus mempromosikan dialog antarbangsa dan berfokus pada kebutuhan anak-anak.
Kini buku-buku Paulo Coelho muncul di puncak daftar penjualan terbaik di seluruh dunia. Pada tahun 2002, Journal de Letras de Portugal, otoritas sastra berbahasa Portugis terkemuka, menganugerahi The Alchemist predikat buku yang paling banyak terjual dalam sejarah bahasa tersebut. Pada tahun 2003, Eleven Minutes menjadi judul fiksi dengan pejualan terbaik di dunia (USA Today, Publishing Trends).
Sebagai tambahan di luar novel-novelnya, Coelho menulis kolom surat kabar mingguan global dan sekali-kali menerbitkan artikel mengenai isu terkini. Buletinnya, The Manual On-Line, memiliki lebih dari 70.000 pelanggan.
Di balik sosoknya sebagai pengarang, Paulo menyukai membaca, bepergian, computer, internet, musik, sepakbola, berjalan-jalan dan berlatih Kudo.
klik link ini:
http://lovusa.multiply.com/journal/item/258/kuis_My_Favourite_Author?replies_read=61