Panel Surya di Lahan Pertanian Cocok Menjadi Habitat Satwa Liar

Proyek PLTS sebagian besar berlokasi di kawasan perdesaan. Sejumlah pihak mengkhawatirkan pemakaian lahan untuk PLTS berpotensi menggerus produksi pertanian maupun mengganggu habitat kehidupan liar.

Sebenarnya ada cara untuk memperluas infrastruktur PLTS tanpa mengganggu manusia ataupun makhluk lainnya. Misalnya, adanya proyek PLTS agrivoltaik“ yang beroperasi di antara tanaman pertanian ataupun hewan ternak.

bagaimana konsep PLTS konservoltaik – kombinasi upaya konservasi biodiversitas dengan energi surya?

Riset terbaru saya menelaah apakah PLTS dapat digunakan untuk menyokong pelestarian spesies asli di suatu daerah. Hasilnya, saya menemukan panel surya justru menjadi habitat yang berguna bagi kehidupan liar, sekaligus bermanfaat bagi kesuburan tanah dan petani.

Banyak pepohonan di kawasan peternakan yang ditebangi menjadi padang rumput untuk hewan ternak. Artinya, satwa liar yang bergantung pada pohon-pohon mengalami kehilangan sebagian besar habitatnya.

Karena itulah, kita harus menyediakan tempat baru supaya satwa liar dapat mencari makan, beristirahat, berlindung, maupun berkembang biak.

Penelitian saya menelaah apakah kawasan PLTS yang berada di lahan pertanian ataupun peternakan dapat juga digunakan sebagai habitat satwa liar.

Struktur tiga dimensi dari panel surya (berikut penopangnya) menambah kekayaan struktur di suatu bentang lahan pertanian. Pembangkit ini juga berfungsi sebagai tempat satwa berlindung dari pemangsa, seperti layaknya terumbu artifisial di danau maupun lautan. Panel surya juga bisa menjadi tempat yang pas untuk menjadi tempat tinggal hewan.

Infrastruktur PLTS turut menciptakan mozaik sinar matahari maupun bayangan. Kondisi ini memungkinkan area sekitar PLTS menjadi habitat mikro bagi tumbuhan maupun hewan.

Studi yang dilakukan di Eropa menunjukkan PLTS berskala besar dapat menambah keanekaragaman hayati dan jumlah tanaman, rumput, kupu-kupu, lebah, maupun burung.

Vegetasi yang tumbuh di antara panel surya juga berfungsi menjadi jalur perjalanan satwa, tempat berkembang biak, sekaligus berlindung bagi satwa liar.

Sumber : theconversation.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *