Discover new books on Goodreads
See if your friends have read any of Sapta Arif N.W.'s books
Sapta Arif N.W.
Goodreads Author
Born
in Banyumas, Indonesia
Website
Genre
Member Since
June 2013
URL
https://www.goodreads.com/saptaarif
To ask
Sapta Arif N.W.
questions,
please sign up.
|
|
Patung yang Berdoa
by |
|
|
|
Di Hari Kelahiran Puisi
—
published
2019
|
|
|
|
Bulan Ziarah Kenangan
—
published
2022
|
|
|
|
Tanah Hayat dan Cinta Martina
|
|
* Note: these are all the books on Goodreads for this author. To add more, click here.
Sapta Arif N.W. hasn't written any blog posts yet.
“Menziarahi kenangan, melumat apa-apa saja yang telah menjadi nyata. Barangkali kehilangan adalah cara Tuhan mengajarkan kita tentang kepemilikan.”
― Bulan Ziarah Kenangan
― Bulan Ziarah Kenangan
“Ingatlah hari di mana kau berdoa untuk sesuatu yang kau punya saat ini. Bersyukurlah.”
― Di Hari Kelahiran Puisi
― Di Hari Kelahiran Puisi
Topics Mentioning This Author
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| Goodreads Indonesia: * Cara memasukkan buku di Goodreads | 4648 | 5411 | 6 hours, 38 min ago |
“Jika Dewi Shinta lebih dulu bertemu Rahwana, akankah dia tetap mencintai Rama, ketika mereka dipertemukan? Mungkinkah jika ia malah mencintai Rahwana? Bukankah
Shinta sosok yang ditakdirkan untuk setia?”
― Di Hari Kelahiran Puisi
Shinta sosok yang ditakdirkan untuk setia?”
― Di Hari Kelahiran Puisi
“Aku mencintaimu tanpa tendensi apapun. Aku ingin mencintaimu tanpa alasan yang memperkuat cintaku padamu. Karena jika alasan itu telah memudar, aku takut cintaku hilang bersama alasanku.”
― Di Hari Kelahiran Puisi
― Di Hari Kelahiran Puisi
“Perempuan adalah kota yang sepi, tetapi tidak mati. Ia memiliki banyak persimpangan, mobil tua yang kadang terparkir rapi, tidak jarang pula sembarangan di sudutsudut
jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu, seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam
kesepian.”
― Di Hari Kelahiran Puisi
jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu, seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam
kesepian.”
― Di Hari Kelahiran Puisi
“Jika aku adalah subjek, maka kau adalah predikat. Kita adalah kalimat utuh yang begitu sederhana.”
―
―
❗❗❗ AUTHORS BEWARE! ❗❗❗ Scammers are targeting authors using moderators' names and spoofed email addresses. Read more here. We have a stri ...more
Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusika ...more