Pages


Showing posts with label Pedoman. Show all posts
Showing posts with label Pedoman. Show all posts

Friday, December 5, 2014

Bicara Hidayah - Waspada Pintu Masuk Syaitan

WASPADA PINTU MASUK SYAITAN

by Bicara Hidayah on Tuesday, February 15, 2011 at 1:35am


SESUNGGUHNYA setiap detik dari hidup kita, setiap hembusan nafas, setiap fikiran yang yang tersirat, setiap amal perbuatan yang kita kerjakan, tidak akan pernah lepas dari upaya syaitan untuk menggoda, menyesatkan, menyelewengkan dari tujuan yang benar dan menggiring kepada dosa dan maksiat. Kita mungkin tidak menyadari dan memang tanpa kita sadari, syaitan terus berupaya menenggelamkan, menghanyutkan kita agar semakin jauh dari jalan yang benar, meninggalkan ketaatan secara perlahan dan halus, tanpa terasa oleh kita. Dan itulah tugas utama syaitan dan iblis, sebagai mana ia telah terusir dari syurga dan terjauhkan dari rahmat ALLAH maka diapun ingin menjauhkan manusia dari dari rahmat ALLAH dan kemudian sesat bersamanya. Begitulah ungkapan syaitan ketika mendapatkan laknat ALLAH.  ALLAH berfirman (artinya):
    "Maka keluarlah kamu dari syurga; sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." Iblis berkata: "Ya Tuhanku, berilah penangguhan kepadaku sampai hari mereka dibangkitkan." ALLAH berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. ( Shad: 77-83)
Menyadari ini semua, bahwa keberadaan kita di dunia ini, tidak akan pernah lepas sedikitpun dari upaya syaitan untuk mempengaruhi kita, merayu, melalaikan kita dengan apapun, bahkan mereka mampu masuk bersama aliran darah kita, dengan hanya satu tujuan mengumpulkan manusia sebanyak-banyaknya untuk bersama-sama sesat dan menghuni neraka jahanam. Mengetahui tipu daya syaitan dan iblis dalam menyesatkan manusia, serta mengetahui cara menghadapi tipu daya tersebut menjadi penting untuk kita sama-sama kita ketahui sehingga kita mampu terhindar dari tipu daya tersebut.

Di antara pintu-pintu dan metode syaitan menyesatkan manusia yang perlu kita waspadai adalah:



Syubhat berarti suatu yang meragukan dan samar-samar, sedangkan syahwat adalah dorongan hawa nafsu, maka dari sinilah syaitan akan semakin kuat menggoda, kemudian syaitan menghembuskan bisikan dan rayuannya. Syaitan akan yang terus membujuk sehingga seakan membuat hati menjadi tenang  untuk melakukan hal perbuatan tersebut. Bahkan syaitan telah menghembuskan syubhat dan syahwat iniitu sejak awal permusuhan dengan Nabi Adam, syaitan telah melakukan langkah-langkah kejinya untuk menggelincirkan anak keturunan adam agar tidak mentaati perintah ALLAH.
Mari kita perhatikan ucapan syaitan, dengan tipu dayanya di dalam firman ALLAH berikut:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مِنْ سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَنْ تَكُوناَ مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُوناَ مِنَ الْخَالِدِينَ. وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ. فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ.
 
    "Maka syaitan menggoda mereka berdua untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan syaitan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam syurga)". Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya,"Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua,' maka syaitan membujuk keduanya dengan tipu daya."  (Al-A'râf, 7:20-22)

Dari ayat ini dapat dipetik satu pelajaran penting bahwa syaitan mempermainkan kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang panjang, manusia juga ingin memiliki kepemilikan harta yang tak terbatas padahal usia mereka pendek dan terbatas.

Dalam ayat ini diketahui bahwa tipuan yang digunakan syaitan adalah: “An takuunaa malakaini au takuunaa minal khalidin.”

Dalam penjelasan ayat ini, kata malakaini ada dua bacaan yang dapat dijadikan  pengertian untuk memahamai maksud dari ayat ini. Bacaan pertama adalah: malikaini yaitu huruf lam dibaca kasroh yang berarti dua orang raja, yakni raja dan ratu, bacaan ini dikuatkan oleh nash lain dalam surat Thaaha: “Maukah aku tunjukan kepada kalian berdua, kepada pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah?”. (Thaha: 120)

Atas dasar bacaan ini, maka tipuan syaitan ini adalah kekuasaan yang abadi dan umur yang kekal. Keduanya merupakan syahwat atau kecenderungan yang paling kuat dalam diri manusia, selain syahwat terhadap lawan jenis, yang banyaknya kita dengar bersama berbagai macam kasus dan skandal terjadi, ini membuktikan bahwa syaitan sudah banyak berhasil dalam menyesatkan manusia.

Bacaan kedua adalah malakaini, huruf lam dibaca fathah yang berarti dua malaikat, maka manupulasi syaitan itu adalah dengan melepaskan manusia dari ikatan-ikatan fisik seperti malaikat yang kekal.

Ketika Iblis ini mengetahui bahwa ALLAH melarang Adam dan Hawa memakan buah ini, dan larangan ini terasa berat dalam jiwa mereka, maka untuk menggoyang hati mereka, iblis menimbulkan khayalan dan angan-angan kepada mereka, di samping juga mempermainkan syahwat dan keinginan mereka. Bahkan iblis memperkuat dengan sumpah bahwa ia adalah pemberi nasehat yang berlaku jujur.



Menurut Imam Al-Ghazali, diantara pintu-pintu syaitan yang sangat besar adalah al-hirsh atau tamak dan hasad, yaitu kedengkian. Rasa tamak dan sifat hasad ini menjadi salah satu pintu yang menyebabkan syaitan bisa masuk ke dalam pikiran dan jiwa manusia kemudian syaitan menguasainya. Ketika syaitan sudah mampu menguasai jiwa, maka itu pertanda akan membawa pada kebinasaan.


Imam Abu Dawud dalam Kitab Sunnan-nya menyebutkan sebuah riwayat. Ketika Nabi Nuh ‘Alaihissalam menaiki perahu, dan memasukkan ke dalam perahu itu berbagai makhluk  secara berpasang-pasangan, tiba-tiba beliau melihat seorang tua yang tidak dikenal. Orang itu tidak memiliki pasangan. Nabi Nuh ‘Alaihissalam bertanya,
     “Untuk apa kamu masuk kemari?” Orang itu menjawab, “Aku masuk kemari untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu.” Orang tua itu adalah syaitan. Lalu, Nabi Nuh ‘Alaihissalam berkata, “Keluarlah kamu dari sini, hai musuh ALLAH! Kamu terkutuk!” Iblis itu kemudian berkata kepada Nabi Nuh, “Ada lima hal yang dengan kelimanya aku membinasakan manusia. Akan kuberitahukan yang tiga, dan kusembunyikan yang dua.” ALLAH mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Katakan, aku tidak membutuhkan yang tiga. Aku membutuhkan yang dua.” Lalu Nuh bertanya, “Apa yang dua itu?” Iblis menjawab, “Dua hal yang membinasakan manusia adalah ketamakkan dan kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat sehingga menjadi terkutuk. Karena dorongan ketamakkan itu pula, Adam dan Hawa tergoda untuk menuruti keinginannya.”



Dosa-dosa kecil dampaknya sangat berbahaya bagi manusia, seorang yang menganggap kecil suatu perbuatan dosa maka dengan demikian syaitan akan selalu menjadikan orang tersebut meremehkan dosa-dosa kecilnya, sehingga dia akan terus menerus melakukannya dan dosa itu akan membinasakannya.
Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم telah memperingatkan umatnya tentang dosa-dosa kecil dengan sabdanya,
    “Jauhilah dosa-dosa dan sesuatu yang dianggap dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu ketika dilakukan seseorang maka ia akan membinasakannya.”  (HR. Ahmad, no. 23194)
Tentu ketika kita mengetahui pintu-pintu masuknya syaitan ini, ALLAH سبحانا وتعاﱃ dengan rahmat-NYA memberikan petunjuk kepada para hamba-Nya melalui Al-Quran dan melalui lisan Rasul-Nya صلیﷲ علیﻪ و سلم , untuk menghadapi dan mengusir setiap bisikan dan  godaan syaitan tersebut. Di antara hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari tipu daya syaitan dan kawanannya adalah sebagai berikut:


MENJAGA KEIKHLASAN DALAM SETIAP AMAL IBADAH DAN PERBUATAN
Setiap ibadah ataupun amal perbuatan yang dilakukan oleh hamba ALLAH, pasti syaitan akan berupaya menyimpangkan amal tersebut agar tidak dilakukan dengan ikhlas, syaitan akan berupaya keras agar amal itu tidak bernilai di hadapan ALLAH, bahkan perbuatan itu menjadi amalan yang riya dan syirik. Karena ini sudah merupakan janjinya kepada ALLAH.

Hamba-hamba yang ikhlas akan dijaga dan diselamatkan dari gangguan syaitan. ALLAH yang menyatakan pengakuan syaitan tersebut  dalam firman-NYA (artinya):
    "Iblis berkata, "Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlash di antara mereka."  (Al-Hijr, 15:39-40)  
Dalam ayat yang lain disebutkan:
    "Iblis menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka."  (Shâd, 38:82-83)  
ALLAH سبحانا وتعاﱃ telah menjamin bahwa seorang yang mampu menjaga keikhlasannya dalam beramal syaitan tidak punya kemampuan dalam menggodanya,
    "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang ikhlas tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat." (Al-Hijr, 15:42)


MENJAGA KESTABILAN KONDISI IMAN
Syaitan selalu berupaya untuk menggoda dan melemahkan iman seseorang dengan berbagai macam carannya, baik itu kelalaian ataupun perbuatan maksiat. Dengan kemaksiatan, keimanan seseorang akan semakin menurun sehingga dengan mudah syaitan akan mencelakakann seorang tersebut sehingga ia melakukan perbuatan dosa.

Sesungguhnya seluruh kekuatan, kekuasaan, kesempurnaan hanyalah milik ALLAH. Oleh karena itu, seorang hamba yang ditolong dan dilindungi ALLAH dengan menjaga kondisi imannya dengan amal ibadah yang kontinyu, maka tidak ada satu makhlukpun yang mampu mencelakakannya. ALLAH سبحانا وتعاﱃ telah memberitakan hal ini di dalam Al-Quran, sebagaimana firman-NYA (artinya):
    "Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan ALLAH."  (An Nahl : 99 - 100)


BERLINDUNG KEPADA ALLAH
  
Untuk menghadapi syaitan dan terhindar dari godaannya, kita dianjurkan bahkan diperintahkan oleh ALLAH untuk senantiasa berlindung kepada-NYA. ALLAH سبحانا وتعاﱃ berfirman (artinya):
    "Dan jika kamu digoda oleh syaitan, maka berlindunglah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-A'râf, 7:200)  
Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim disebutkan:

    Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Syaitan datang kepada salah seorang dari kalian lalu berkata, siapakah yang menciptakan ini dan ini? Sehingga syaitan berkata, “siapakah yang menciptakan Tuhanmu, maka apabila jika telah sampai kepadanya hal tersebut, hendaklah dia berlindung kepada ALLAH dan hendaklah dia menghentikan (waswas tersebut)."
Sedangkan dalam riwayat Abu Dawud disebutkan:

    "Jika mereka mengucapkan hal itu (kalimat-kalimat was-was), maka ucapkanlah "ALLAH itu Maha Esa, ALLAH itu tempat bergantung, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan," kemudian meludahlah ke kiri (3x) dan berlindunglah kepada ALLAH."


MEMPERBANYAK TADABBUR AL-QURAN DAN MEMPERKUAT DZIKRULLAH
Al-Quran dan dzikrullah merupakan benteng yang kokoh yang dapat melindungi diri dari godaan dan gangguan  syaitan dan membuatnya lari tunggang langgang, sebagaimana sabda Rasulullah:
    "Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi صلیﷲ علیﻪ و سلم  bersabda, janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibacakan surat Al Baqarah di dalamnya.”  (HR Muslim, no. 780)
Dalam sabda yang lain disebutkan:
    Dari Al-Harits Al-Asy’ari, bahwa Nabi صلیﷲ علیﻪ و سلم  bersabda: “Sesungguhnya ALLAH memerintahkan Yahya bin Zakaria Alaihissallam dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya): Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah. Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari syaitan, kecuali dengan dzikrullah."  (HR Ahmad)


MENYELISIHI SYAITAN DARI SETIAP PERBUATANNYA
Syaitan adalah musuh manusia, maka wajib pula untuk menjadikannya sebagai musuh, dan membenci serta meninggalkan perbuatannya. Sebagaimana firman ALLAH (artinya):
    "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."  (Fathir: 5)

Diantara perbuatan syaitan yang harus diselisihi adalah:

1.  Perbuatan membadzir atau pemborosan

ALLAH berfirman (artinya):

    “Dan janganlah kamu melakukan perbuatan mubadzir, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-NYA.” ( Al-Isro :26-27)
2.  Makan dan minum dengan tangan kiri

Rasulullah bersabda:
    Dari Abdullah bin Umar, Nabi صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda: “Janganlah salah seorang diantara kalian makan dan minum dengan tangan kirinya, sesungguhnya syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Tirmidzi)  
3.  Tergesa-gesa dalam pekerjaan

Rasulullah bersabda:
    Dari Sahl bin Said, Rasulullah bersabda: “Tergesa-gesa itu dari perbuatan syaitan.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah, semoga kita mampu membentengi diri kita dalam menghadapi permusuhan dan tipu daya syaitan yang selalu menyesatkan langkah kita menuju keredhaan dan syurga ALLAH سبحانا وتعاﱃ.


H. ZulhamdiM. Saad, Lc

:::: Selasa, 12 Rabi'ul Awal 1432 | Selasa, 15 Februari 2011 ::::
[ Semua Gambar Adalah Hiasan ]

_______________________
Disunting Dari :
LAMAN: IKATAN DA'I INDONESIA
(Nota ini disunting oleh Bicara Hidayah dari dari teks Khutbah Juma’at)
Jodol Asal: Mewaspadai Pintu Masuk Setan

Shared By Bicara Hidayah

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan. “ [Al-Ahzab: 56]

Wednesday, October 29, 2014

Setiap ucapan terluah pasti akan di hisab..

Muhasabah buat diri ku.... fikir dulu sebelum berkata-kata.. semak catatan yang di taip di blog sebelum di post  :)





Sebelum Imam Shafie meninggal dunia, beliau sempat mengajak sahabat-sahabatnya agar membuat perubahan jiwa ke arah yang lebih baik. 


Beliau menyebut bahawa barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat, maka lakukanlah 10 perkara:

1. Hak kepada diri, iaitu dengan mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.


2. Hak kepada Malaikat maut, iaitu menqada’kan segala kewajipan yang tertinggal, iaitu dengan memohon maaf daripada orang yang dizalimi, membuat persiapan untuk mati dan merasa cinta kepada ALLAH s.w.t.


3. Hak kepada kubur iaitu membuang tabiat suka menabur fitnah, jangan suka kencing merata, memperbanyakkan solat tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.

4. Hak kepada Malaikat Mungkar dan Nakir, iaitu jangan berkata dusta, sering berkata benar, meninggalkan maksiat dan memberi nasihat.


5. Hak kepada Mizan, iaitu menahan kemarahan, banyakkan berzikir, ikhlas dalam amalan dan sanggup menanggung kesulitan.


6. Hak kepada titian sirat, iaitu buang tabiat suka mengumpat, wara’, bantu orang beriman dan hidup dalam suasana berjamaah.


7. Hak kepada Malaikat Malik, iaitu menangis lantaran takutkan kepada ALLAH s.w.t., membanyakkan sedekah, membuat kebaikan kepada ibubapa dan memperbaiki akhlak.


8. Hak kepada Malaikat Ridwan, penjaga syurga, iaitu redha kepada qada’ ALLAH s.w.t., sabar menerima bala’ dan bertaubat.


9. Hak kepada Rasulullah s.a.w., iaitu dengan sering bersalawat kepada baginda, berpegang kepada sunnahnya dan bersaing mencari kelebihan dalam beribadah.


10. Hak kepada ALLAH, iaitu mengajak manusia kepada kebaikan, mencegah manusia daripada melakukan kemungkaran, bencikan kepada sebarang maksiat dan tidak melakukan kejahatan.


_________________________
"Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya ALLAH, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-MU kepada hamba-hamba-MU."
~ Antara isi khutbah terakhir Rasullah s.a.w.


Petikan dari FB - Kumpulan Nasyid Shoutul Amal

Friday, October 24, 2014

Ketika Syaitan Ketawa dam Menangis


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم 


SANTAPAN ROHANI - PAGI JUMAAT 24 OKT. 2014:

KETIKA SYAITAN KETAWA DAN MENANGIS



Dinyatakan di dalam sebuah hadith bahawa SYAITAN AKAN KETAWA apabila seseorang itu menguap dengan TIDAK MENUTUP MULUT, dan mengeluarkan suara seperti: “Huaaaaa…”… Ketika itu SYAITAN AKAN MASUK BERPUSU-PUSU KE DALAM MULUT anak Adam tersebut…..


Hadith yang menyatakan tentang syaitan tertawa adalah:

“Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW ada bersabda: “SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI BERSIN DAN MEMBENCI MENGUAP... Apabila seseorang bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah, maka Muslim yang mendengarnya perlu mendoakannya... ADAPUN MENGUAP DATANGNYA DARI SYAITAN, kerana itu tahanlah sedapat mungkin… Apabila seseorang menguap dan mengeluarkan suara “huaaa”, maka syaitan akan ketawa.”……. (HR Bukhari dan lainnya)...


SYAITAN AKAN MENANGIS apabila seseorang membaca Surah As-Sajdah dan ketika sampai pada ayat sajdahnya yakni ayat yang ke-15, lalu terus seseorang itu melakukan sujud… 

Hal ini disebutkan di dalam hadith berikut...


“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “APABILA ANAK ADAM MEMBACA SURAH AS-SAJDAH, KEMUDIAN DIA SUJUD SAJDAH (ketika membaca ayat ke-15), maka syaitan akan pergi menangis sambil berkata: “ADUH CELAKA DAN SIALNYA NASIBKU”, Anak Adam diperintah sujud, lalu dia sujud, maka baginya syurga, sedangkan aku ketika diperintah sujud, aku enggan, maka bagiku neraka.”.. (HR Muslim)….


Marilah kita bersama-sama berusaha untuk TIDAK mengikuti jejak langkah syaitan laknatullah ini, kerana tujuan utamanya HANYALAH untuk menyesatkan dan mengheret manusia ke neraka jahanam bersama-samanya di hari akhirat nanti…. Wallahua’lam…

- Ustadz Ramli Joned

Tuesday, February 15, 2011

Salawat dan Salam buat junjungan besar Rasulullah s.a.w. Memperingati tarikh kelahiran dan kewafatan Rasulullah S.A.W. (12 Rabi'ul Awal)



صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَا نَبِي سَلاَمٌ عَلَيْكَ
يَا رَسُوْل سَلاَمٌ عَلَيكَ
يَا حَبِيْبُ سَلاَمُ عَلَيْكَ
صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ
أَشْرَقَ البَدْرُ عَلَيْنَا
فَاخْتْفَتْ مِنهُ البُدُورُ
مِثْلَ حُسْنِكَ مَا رَأَيْنَا
قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُورِ
أَنْتَ شـَمْسٌ أَنْتَ بَدْرٌ
أَنْتَ نُورٌ فَوْقَ نُورِ
أَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَغَالِي
أَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُورِ
يَا حَبِيْبِي يَا مُحَمَّد
يَا عَرُوسَ الخَافِقَيْنِ
يَا مُؤَيَّدُ يَا مُمَجَّد
يَا إِمَامَ القِبْلَتَيْنِ
مَنْ رَّأَى وَجْهَكَ يَسْعَد
يَا كَرِيمَ الوَالِدَينِ
حَوْضُكَ الصَّفِى الـمُبَرَّد
وِرْدُنَا يَومًا النُّشُورِ
عَالِمُ السِّرِّ وَأَخْفَى
مُسْتَجِيبُ الدَّعَوَاتِ
رَبِّ اِرْحَمْنَا جَمِيعًا
بِجَمِيعِ الصَّالِحَاتِ
وَصَلاَةُ اللهِ عَلَى أحْمَد
عَدَّ تَحْرِيرِ السُّطُورِ



اللهم صل على سيدنا محمد ، وعلى آل سيدنا محمد ، كما صليت على آل سيدنا إبراهيم ، إنك حميد مجيد . اللهم بارك على سيدنا محمد ، وعلى آل سيدنا محمد ، كما باركت على آل سيدنا إبراهيم ، إنك حميد مجيد

Marilah sama-sama kita hayati Riwayat Rasulullah S.A.W di saat kewafatannya yang di sampaikan 
oleh Akhi Rosli Hanip di Al-Hikmah

Saya menyeru diri saya sendiri dan juga rakan-rakan semua agar kita sama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan melakukan segala suruhanNya dan menjauhi segala yang ditegahNya. Janganlah kita hanya tahu mendengar sahaja perkataan taqwa serta menyebutnya sedangkan ia tidak menyerap ke dalam sanubari kita . Hitunglah diri kita setiap masa samada semakin hampir kepada Allah atau sebaliknya. Adakah amalan soleh kita semakin meningkat atau pun menurun….

Firman Allah dalam ayat 128 dan 129 surah at-Taubah yang bermaksud : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : “Cukuplah Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung”.

Pada hari ini marilah kita sama-sama menghitung diri kita samada hari ini hanya akan berlalu begitu sahaja atau pun sudah nampak disana perubahan pada diri kita dan masyarakat dalam sama-sama menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w dan melaksanakan setiap apa yang dibawanya. Jangan kita jadikan perayaan (seperti maulid) hanya untuk menyambut dan memuja tubuh Rasulullah s.a.w sahaja sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Abu Lahab yang menyembelih 100 ekor unta kerana kegembiraan di atas kelahiran nabi Muhammad s.a.w. Tetapi akhirnya dialah yang menjadi penghalang dan penentang yang utama terhadap dakwah Rasulullah s.a.w sehingga adanya surah al-Lahab dalam al-Quran yang memberitahu kita semua bagaimana kecelakaan yang besar menimpa Abu Lahab dan isterinya kerana menolak dan mencerca dakwah suci Rasulullah s.a.w. Kita juga tidak mahu segala sifat mulia Rasulullah s.a.w diketahui dan disebut oleh kita saban hari samada melalui pembacaan buku, pendengaran melalui kuliah atau pun sebutan dalam berzanji dan juga selawat tetapi sekadar menjadi pengetahuan sahaja tanpa ada di sana usaha ke arah mencontohi dan melaksanakan kewajipan yang disuruh. Kita tidak mahu menjadi seperti ahli kitab dari golongan Yahudi dan Krisitian yang mengenali keperibadian Rasulullah s.a.w sebagaimana mereka mengenali anak mereka sendiri tetapi setelah kelahiran nabi Muhammad s.a.w, merekalah yang menjadi musuh utama kepada dakwahnya.

Hari ini saya mahu mengajak anda semua hayati kisah ketika saat-saat kewafaatan Nabi Muhammad s.a.w.

Diberitakan dari Ibnu Mas'ud ra bahwa ia berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:

"Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah." Allah berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."

Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyi la' la." Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: Salah seorang ahli bait. Kami bertanya: "Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?" Baginda menjawab: "Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah." Kami bertanya: "Siapakah yang mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis.

Kemudian baginda bersabda: "Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."

Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Isnin dalam keheningan Fajar Subuh 12 Rabiul Awwal tahun 11 hijrah, di saat itulah baginda menghembus nafas yang terakhir. Sehari menjelang baginda wafat iaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah tenat. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah ra. selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah SAW, kemudian memberi salam: "Assalamualaikum ya Rasulullah?" Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah." Fatimah menjawab: "Rasulullah dalam keadaan sakit?" Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataan yang tadi. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk. Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah SAW bersabda: "Saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan saja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat." Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata: "Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?" Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar ra. agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut. Ketika Abu Bakar ra. melihat ke tempat Rasulullah SAW yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya dia pengsan.

Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi kalam kabut sehingga terdengar oleh Rasulullah SAW. Baginda bertanya: "Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu? Fatimah rha. menjawab: "Orang-orang menjadi ribut dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak ada bersama mereka." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan ibnu Abbas ra, sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda solat dua rakaat, setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda:

"Ya ma'aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah, sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini."

Malaikat Maut datang berjumpa Rasulullah pada hari esoknya, iaitu pada hari isnin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia dibolehkan masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali saja. Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Ia menyamar sebagai seorang biasa.

Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah SAW, Malaikat Maut itupun berkata: "Assalamualaikum Wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!"

Fatimah rha berkata kepada tetamunya itu: "Wahai Abdullah (Hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit." Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi: "Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?" Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: "Siapakah yang ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab: "Seorang lelaki memanggil ayah, saya katakan kepadanya bahawa ayahanda dalam keadaan sakit. Kemudian dia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma." Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kamu siapakah dia?"Fatimah menjawab: "Tidak wahai baginda." Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: "Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Masuklah, Wahai Malaikat Maut. Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan `Assalamualaika ya Rasulullah." Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikassalam Ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" Malaikat Maut menjawab: "Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan, kalau tidak, saya akan pulang. Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril? "Saya tinggalkan d ia di langit dunia?" Jawab Malaikat Maut.

Baru saja Malaikat Maut selesai berbicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW.Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: Ya, Wahai kekasih Allah." Seterusnya Rasulullah SAW bersabda: "Beritahu kepadaku Wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisinya? Jibril pun menjawab: "bahwa pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu." Baginda SAW bersabda: "Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku? Jibril menjawab lagi: bahwa pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu." Baginda SAW bersabda lagi: "Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang di sediakan Allah untukku? Jibril menjawab: Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku.

Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku?" Jibril as bertanya: "Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan? Rasulullah SAW menjawab: "Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?" Jibril menjawab: "Saya membawa khabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman: Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu." Maka berkatalah Rasulullah SAW: "Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku.

Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku?" Lalu Malaikat Maut pun berada dekat Rasulullah SAW. Ali ra bertanya: "Wahai Rasulullah SAW, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya? Rasulullah menjawab: Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga. Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata: "Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut." Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku? Jibril menjawab: Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?" Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW. Kesedihan Sahabat Berkata Anas ra: "Ketika aku melalui depan pintu rumah Aisyah ra aku dengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar dari singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'ir."......

Lihatlah betapa sayangnya Baginda kepada kita yakni umatnya sehinggakan Baginda menanyakan kepastian tentang nasib umat ini sesudah kewafatan Baginda saw kepada Jibrail as. Oleh itu marilah kita semua berusaha membawa nilai-nilai dan pengajaran sirah Nabi ini ke dalam jiwa kita semua. Hasilnya, sikap istiqamah, perjalanan hidup yang bersih dan usaha-usaha pengislahan yang kita lakukan akan menjadi teladan kepada orang ramai. Hingga seolah-olah Rasulullah s.a.w. hidup dalam kehidupan umat Islam umpama sinaran mentari yang menyinari kegelapan kehidupan mereka. la membekalkan tenaga kepada hati, akal dan tingkah laku mereka. Lantaran itu kemurniaan, istiqamah dan idealisme masyarakat Islam dapat dikembalikan. Sekaligus bakal menempatkan mereka sekali lagi di persada kepimpinan dan peneraju bangsa-bangsa di dunia. Firman Allah Taala mengenai umat Islam dapat dicapai sekali lagi:

"Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman)". (Ali 'Imran: 110)

"Segala puji milik Tuhan Yang Maha Agung Pemilik Seluruh Alam ini, salawat dan salam atas Rasul Junjungan, Nabi Muhammad s.a.w., ahli keluarga dan para sahabat baginda. Ya Allah ajarkan kepada kami ‘ilmu yang bermanfaat, dan berikan manfaat kepada kami daripada ‘ilmu yang Kau ajarkan. Ya Allah, jadikanlah kami, ibu bapa dan keluarga kami serta umat Nabi Muhammad s.a.w. yang lain hamba-Mu yang istiqamah dan ikhlas mentaati-Mu. Jadikanlah akhir hayat kami dalam husnul khotimah dan melafazkan kalimah tauhid.  Ya Allah, Rahmatilah roh-roh para rasul, anbiya', ahli keluarga, para mujahid, mukminin dan mukminat, kurniakanlah kesejahteraan dan kebahagiaan mereka di alam baqa' dan di akhirat kelak... Amin Ya Rabbal Alamin."

Sunday, February 13, 2011

Azab Bagi Wanita ~ Peringatan~

AZAB BAGI WANITA

by C'Tiey CakYuyuk on Tuesday, November 2, 2010 at 12:03am
Azab Bagi Wanita



Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat
Renungan    
khususnya untuk para wanita dan diriku sendiri.....
                                                                    
Saidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat        
Rasulullah s.a.w menangis ketika ia datang bersama Fatimah.


Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah s.a.w menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di israk-kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang diseksa dengan berbagai seksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Kerana, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan seksaannya.  

Puteri Rasulullah s.a.w kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.  "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.  

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat  ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, dihulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di  bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.  

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk kerana penyakit sopak dan kusta.


Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,          
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan kayu dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?                                                                                                 

*Rasulullah menjawab, "Wahai puteriku, adapun mereka yang  tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.  

*Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.  

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan  yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mahu mandi suci dari haid dan nifas.        

                                                                                        

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah kerana ia  berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka kerana ia memperkenalkan dirinya kepada orang  yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya       kecantikannya dilihat oleh lelaki-lelaki yang bukan muhrimnya.                                                                 

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya kerana ia boleh solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mahu mandi wajib.                                                                                               

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan  yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Saidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.                                                                                     
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.


Saturday, January 1, 2011

Baginda Muhammad Rasulullah s.a.w suri teladan terbaik.




 ~01.01.2011~ ANTARA AKHLAK RASULULLAH Saws.jpg YANG PERLU DI JADIKAN TELADAN. ~berazamlah duhai diri dan hati agar sebaik mungkin untuk memperelokkan amal ibadah juga sedapat mungkin menyucikan hati dan jiwa kearah kebaikan untuk di jadikan bekalan di hari perhitungan kelak.. Rasulullah Saws.jpg idola terbaik untuk dicontohi bagi menyuntik semangat diri agar menjadi insan yang baik perilaku dan budi pekerti.

Agak sukar bagi kita yang lemah ini untuk mempraktikkan sepenuhnya apa yang telah di lakukan oleh Rasulullah Saws.jpg kerana sifat mulianya yang tiada tandingan dan kecekalan Rasulullah Saws.jpg mengharungi pelbagai ujian.. Kita mudah merasa resah dan gelisah bila di uji dengan kesukaran namun Rasulullah  Saws.jpg  menghadapinya dengan kekuatan iman dan taqwa menyerah diri memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah s.w.t. dengan keyakinan yang teguh.. Setiap apa yang di sampaikan pada ummatnya adalah perbuatan yang di amalkannya dan dilaksanakan sendiri oleh Rasulullah Saws.jpg walaupun baginda Saws.jpg adalah seorang pemimpin yang Agung dan bersifat penyayang pada ummat.. Baginda Saws.jpg banyak mendo'akan kesejahteraan ummat.



Sesungguhnya Rasulullah Saws.jpg merupakan satu-satunya insan yang memiliki kesempurnaan akhlak serta sifat-sifat yang mulia lagi terpuji.  Oleh itu selayaknya dan sewajarnya ia menjadi ikutan kita dalam semua segi dan jurusan hidup.  Di sini diterangkan serba sedikit contoh-contoh akhlak yang di tunjukkan oleh Baginda Saws.jpg.


1.  Rasulullah Saws.jpg adalah seorang yang sangat bertolak ansur,             berani, adil dan sangat bersopan-santun.


2.  Tangannya tidak pernah menyentuh kulit wanita ajnabi.


3.  Tidak pernah mengambil rezeki kurniaan Allah  lebih daripada keperluan makan minumnya, rezeki yang lebih akan di keluarkan pada jihad fisabilillah.


4.  Menampal sendiri kasut dan bajunya yang koyak.


5.  Tidak pernah menyusahkan ahli keluarganya tentang makan minumnya.


6.  Sangat pemalu orangnya.  Tidak pernah menatap atau merenung wajah orang lain lama-lama.


7.  Selalu mengikat batu di perutnya kerana menahan lapar.


8.  Tidak pernah kenyang tiga hari berturut-turut, ini kerana mementingkan orang lain daripadanya.


9.  Tidak pernah terpedaya dengan tipuan dunia dan syaitan serta hawa nafsu.  Bahkan syaitan takut kepada Baginda.


10.  Selalu menziarahi orang sakit.


11.  Sering duduk bersama fakir miskin dan suka memberi makan kepada mereka.


12.  Suka bergurau, tetapi tidak berdusta serta tidak pernah ketawa terbahak-bahak.


13.  Sangat berlemah lembut dengan isterinya dan ahli keluarganya.


14.  Tidak pernah pakaiannya dan makanannya lebih baik daripada hamba sahaya.


15.  Setiap sa'at masanya sentiasa diisi dengan sesuatu yang Allah redhai atau sesuatu yang perlu untuk membetulkan dirinya.


16.  Tidak gentar pada raja yang berkuasa.


17.  Sentiasa menyeru manusia kepada Allah s.w.t.  Ta'at dan patuh atas perintah Allah s.w.t. dan meninggalkan laranganNya.


18.  Sentiasa memulakan salam kepada sesiapa yang di temui.

19.  Jika ada orang yang mengasarinya, ia menyabarkan orang itu. 


20.  Bila berjumpa dengan seseorang, ia terlebih dahulu yang menghulurkan tangan untuk berjabat tangan.


21.  Bila berjabat tangan ia tidak melepaskan tangannya sehinggalah orang yang dijabatnya itu melepaskan tangannya.


22.  Ketika di dalam majlis ramai ia menghadapkan wajahnya kepada semua orang yang ada, sehingga semua orang berasa ia di hormati oleh Rasulullah Saws.jpg


23.  Tidak berbicara kecuali yang perlu sahaja.


24.  Seringkali menggunakan bahasa kiasan dalam menerangkan hukum agama.


25.  Tempat tidurnya hanyalah dibuat daripada jerami dan sehelai baju yang dijadikan hamparan.


26.  Suka memaafkan kesalahan orang lain yang dilakukan ke atasnya, walaupun kesalahan itu berat.


27.  Tidak suka menunjukkan kebencian kepada seseorang secara terang-terangan.


28.  Sentiasa memenuhi jemputan walaupun jemputan orang miskin.


29.  Duduknya sentiasa menghadap kiblat.


30.  Apabila ada orang meminta pertolongan sedangkan waktu itu tidak ada barang yang hendak di beri, maka Baginda Saws.jpg menyuruh orang itu berhutang pada orang lain dengan nama Baginda Saws.jpg.


31.  Baginda  Saws.jpg  bila berdo'a penuh khusyuk dan air matanya sentiasa berguguran.


32.  Baginda Saws.jpg  selalu beristighfar (memohon ampun kepada Allah s.w.t.) sekurang-kurangnya 70 kali sehari.


33.  Baginda  Saws.jpg sangat mementingkan kebersihan, pada tubuh badan, pakaian dan tempat tinggal Baginda  Saws.jpg.


34.  Di dalam rumah Baginda Saws.jpg tidak ada perhiasan perabot, rumah Baginda Saws.jpg umpama masjid dan sentiasa bersih.







LinkWithin

Related Posts with Thumbnails