Pages

Showing posts with label yusuf. Show all posts
Showing posts with label yusuf. Show all posts

Tuesday, November 9, 2010

Doa Nabi Yusuf a.s


Hidup penuh perjuangan dan perjuangan sentiasa diwarnai ragam pengalaman,susah, senang, berat ringan dan sebagainya. Orang kaya, orang tidak berpunya,para penguasa, para nelayan, para petani, para guru dan semuanya memilikipengalaman sendiri-sendiri menelusuri orbit hidupnya.

Nabi Yusuf a.s. adalah seorang manusia di antara manusia lainya di muka bumiAllah yang sejak kecilnya dianugerahi aneka cerita hidup; baik derita batin mahupun derita zahir. Beliau adalah putera Nabi Yaakub yang ke 11 dari 12 orangbersaudara. Mereka suku asli Yahudi (Israil dewasa ini); bangsa yang terkenal dikalangan bangsa-bangsa sepanjang zaman.
Dulu, lebih kurang 4,000 tahun yang lalu, Yusuf yang masih kanak-kanak itudiseteru oleh putera-putera Yaakub, saudaranya sendiri. Yusuf merekacampakkan ke dalam telaga tua. Tidak lain, kerana pada Yusuf terdapat ciri-ciriakan menjadi manusia mulia.

Untunglah, kemudian Yusuf diselamatkan oleh kabilah, pedagang yang mencariair. Yusuf mereka bawa ke negeri Mesir, lalu diperjual belikan sebagai hamba.Dari tangan ke tangan, dari tuan ke tuan lain, akhirnya Yusuf jadi anak angkatdari suatu keluarga berpengaruh di negeri Firaun yang terkenal dalam sejarah.Bukan itu saja, tetapi Yusuf mampu menjadi penguasa Mesir yang terkenalmakmur dan adil.
Yusuf, dari masa kanak-kanak hingga menjadi Raja Mesir dan Nabi adalah yangterkenal cantik, naik darjat dengan menempuhi ragam penderitaan, zahir danbatin. Berpisah dengan orang tua sejak masa kecil, nyaris mati atas aniayasaudara-saudara sendiri, masuk dalam penjara dan sekian derita lain yang tidaksempat dirakam oleh sejarah. Apakah setiap orang mulia harus melewatipengalaman, ujian dan fimah seperti demikian? Wallahu a'lam.
Yang jelas, setelah Yusuf berkumpul kembali dengan keluarganya, beliau
menyampaikan doa syukurnya:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ


رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ 

وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ


Ertinya:
"Ya Tuhan, sungguh Engkau telah menganugerahkan daku akan sebahagian kekuasaandan juga telah mengajarkan kepadaku akan sebahagian tabirmimpi. Yang Penciptalangit dan bumi ini, Engkaulah Pelindungku baik di dunia mahupun di akhirat. Wafatlahaku dalam keadaan Islam dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yangsoleh."
(Yusuf: 101)

Tuesday, April 6, 2010

Doa Pengantin Yusuf dan Zulaikha, mendoakan isteri curang


 Yusuf dan Zulaikha kononnya, kisah cinta agung. Kononnya ia lebih agung dari Romeo dan juliet, Laila dan Majnun. Begitulah menurut puisi Sufi Parsi.
Siapakah itu Zulaikha? Nama Yusuf dan Zulaikha, sering digandingkan dengan Adam dan Hawa, Muhammad dan Khartijah didalam doa pengantin. Maka olih kerana, yang mengetuai bacaan doa itu diberi gelaran al-ustaz maka para tetamu tanpa banyak soal mengaminkan doa agar kedua mempelai cinta mencinta, bahagia bagai Yusuf dan Zulaikha. Maka olih kerana para tetamu ramai yang buta Quran, tanpa soal selidik hadirin mendoakan supaya siisteri jadi seperti Zulaikha.
Bukankah zulaikha itu seorang isteri yang curang, yang punya nafsu kuat, ibu haruan yang  pantang melihat Yusuf anak angkatnya yang gagah dan tampan tanpa tandingan. Zulaikha, bukankah ia yang mengoda dan menfitnahkan Yusuf, yang tetap dengan Iman. Bukan kah Zulaikha isteri Pontipac al-Aziz, yang menfitnahkan Yusuf mengakibatkan  yusuf dipenjara firauan?
Malangnya ramai yang terpengaruh penyair penyair Parsi,  yang mengagung-agungkan berahi dan nafsu Zulaikha terhadap Yusuf. Malangnya ramai yang melihat tulisan-tulisan padang pasir sebagai wahyuNya. Malangnya ramai yang tidak mengkaji penuh puisi sufi yang  sebenarnya tidak menidakkan kandungan Quran
Berikut adalah kandungan surah Yusuf yang menceritakan dengan terperinci kecurangan Zulaikha
[22]
 Dan ketika Yusuf sampai ke peringkat umurnya yang sempurna kekuatannya, Kami beri kepadanya kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan; dan demikianlah kami membalas orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.
[23]
Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata: “Marilah ke mari, aku bersedia untukmu”. Yusuf menjawab: “Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memuliharaku dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya”.
[24]
Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya, dan Yusuf pula (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan yang keji, kerana sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.
[25]
Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang; lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu. Tiba-tiba perempuan itu berkata (kepada suaminya): Tidak ada balasan bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan dipenjarakan dia atau dikenakan azab yang menyiksanya”.
[26]
Yusuf pula berkata: “Dia lah yang memujukku berkehendakkan diriku”. (Suaminya tercengang mendengarnya) dan seorang dari keluarga perempuan itu (yang ada bersama-sama) tampil memberi pendapatnya dengan berkata:” “Jika baju Yusuf koyak dari depan maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari orang-orang yang dusta.
[27]
Dan jika bajunya koyak dari belakang, maka dustalah perempuan itu, dan Yusuf adalah dari orang-orang yang benar”.
[28]
Setelah suaminya melihat baju Yusuf koyak dari belakang, berkatalah ia: “Sesungguhnya ini adalah dari tipu daya kamu orang-orang perempuan; sesungguhnya tipu daya kamu amatlah besar pengaruhnya.
[29]
Wahai Yusuf, lupakanlah hal ini. Dan engkau (Wahai Zulaikha), mintalah ampun bagi dosamu, sesungguhnya engkau adalah dari orang-orang yang bersalah!”
[30]
Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Zulaikha dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata.”
[31]
Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada – tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): “Keluarlah di hadapan mereka”. Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: “Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!”
[32]
(Zulaikha) berkata: “Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi dari orang-orang yang hina.”
[33]
Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya”.

Kepada bakal-bakal pengantin, ada baiknya persandingan saudara saudari tidak diiringi doa yusuf dan Zulaikha.